SEKOLAH

Diterjang Banjir, SMP Islam di Majalengka ini Hancur

MAJALENGKA, EDUNEWS.ID – Ruang kelas SMP Islam Nunuk, di Blok Cirelek, Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka kembali hancur diterjang banjir Sungai Cisuluheun yang terjadi pada malam pergantian tahun. Kini ruang kelas hanya tersisa dua ruangan, itupun terancam ambruk karena air terus menghantam sekolah dan bagian atap bangunan sudah patah.

Semua peralatan sekolah kini harus segera diamankan karena semua ruangan yang tersisa juga terancam ambruk. Akibat banjir tersebut sejumlah rumah yang berdekatan dengan gedung SMP juga terancam, dua kepala keluarga sudah mengungsi ke rumah keluarganya yang lebih aman.

Kepala Sekolah SMP Islam Nunuk Jaja Sujai, ambruknya ruang kelas ini terjadi malam hari setelah hujan deras yang mengguyur Majalengka sejak Sabtu, 31 Desember 2016 malam hingga tahun berganti. Mebeler di ruang kelas tersebut sudah lebih dulu diamankan karena sebelumnya sudah diprediksi bakal terkena banjir. Ruang kelas yang hancur tersebut adalah bantuan dari PT Pikiran Rakyat berikut mebelernya, sedangkan ruang kelas yang bersebelahan dan terancam adalah bantuan dari PT PLN Jawa Barat.

“Kalau alur sungai ini tidak segera diatasi semua ruang kelas akan hancur, malah tidak hanya gedung sekolah namun juga pemukiman warga yang berdekatan dengan sekolah dan bagian barat sekolah akan hancur diterjang banjir. Upaya yang kami lakukan sementara ini menyelamatkan aset sekolah seperti buku dan sisa mebeler yang ada, jangan sampai hancur terkena banjir seperti pengelaman sebelumnya, semua aset habis sebelum terselamatkan,” kata Jaja, Senin (2/1/2017).

Kini tidak ada ruang kelas yang aman untuk dipergunakan.

“Kami memiliki tiga rombongan belajar yakni kelas I, II dan III. Jumlah rombongan belajar ini sudah dipadatkan karena idealnya ada empat rombel sehubungan ada satu kelas yang gemuk,” papar Jaja.

Salah seorang warga, Toat memilih mengungsi sebelum rumah mereka hancur diterjang banjir. Mereka khawatir rumahnya hancur disaat sedang terlelap tidur karena banjir selalu terjadi di malam hari.

“Sekarang ini banjir hampir terjadi setiap hujan deras, sementara letak rumah kami berada dekat sekolah, kalau gedung sekolah sudah habis bukan tidak mungkin akan menghantam rumah kami,” kata Toat.

Tokoh masyarakat setempat, Dede Dais berharap, pemerintah segera mengatasi persoalan banjir yang terus merusak gedung sekolah serta mengancam puluhan rumah warga. Bila tidak segera diatasi selain menghancurkan seluruh gedung SMP juga rumah warga setempat.

“Banjir seperti ini tidak bisa ditanggulangi oleh warga, karena pada dasarnya warga sudah berupaya memasang bronjong berulang kali dari bantuan BPBD serta pihak swasta namun nyatanya bronjong bermeter-meter yang sudah dipasang selalu hancur diterjang banjir. Karena banr lebih kuat dibanding bronjong penahan banjir,” ungkap Dede Dais.

Pihaknya mengaku sudah beberapa kali melaporkan musibah banjir tersebut kepada pemerintah baik BPBD, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi ataupun BBWS, namun belum ada upaya permanen dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kami inginnya segera ditangani sebelum semua gedung sekolah dan rumah hancur,” ungkap Dede.

Camat Maja Ucu Sumarna mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada PSDAPE dan BPBD untuk segera ditangani.

“Kami sudah melaporkan musibah ini, mudah-mudahan secepatnya ditangani,” ungkap Ucu.

 

Sumber : Pikiran Rakyat

To Top