Ekonomi

Blak-blakan, Dirut BRI Ungkap Nasib 81.680 Karyawan BRI-PNM-Pegadaian

Direktur Utama BRI, Sunarso

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Direktur Utama BRI, Sunarso buka suara soal holding BUMN Ultra Mikro (UMI). Termasuk nasib 81.680 karyawan setelah perusahaan resmi digabung.

Sebagai informasi, holding BUMN Ultra Mikro (UMI) resmi terbentuk dengan telah dilakukan pengalihan saham (inbreng) seri B mliik pemerintah di PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM dan PT Pegadaian (Persero) kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Menurut Sunarso, aksi korporasi hanya akuisisi jadi bukan merupakan merger. Dengan begitu, masing-masing perusahaan tetap berada pada core business setelah proses penggabungan terjadi.

Setelah menjadi anak usaha BRI, Sunarso mengatakan para karyawan akan memiliki kesempatan berkarier. Kayawan akan bisa mengoptimalisasi kompetensi masing-masing dalam perusahaan.

“Bagi karyawan ini adalah kesempatan untuk menumbuh kembangkan kariernya secara optimal sesuai dengan potensinya masing-masing. Sudah barang tentu harus kompetisi secara sehat, karena kompetisi memang diperlukan supaya setiap individu mampu mengeluarkan potensi terbaiknya setelah itu baru dikolaborasikan dalam ekosistem ini,”kata Sunarso dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, dikutip Minggu (26/9/2021).

Selain soal karyawan, nasabah juga mendapat manfaat kehadiran holding UMI. Yakni makin banyak usaha ultra mikro yang bisa terlayani dengan sistem pembiayaan yang tersedia.

Produk pembiayaan juga lebih beragam dari ketiga perusahaan. Misalnya dari group lending oleh PNM, pembiayaan fidusia diberikan Pegadaian dan akses pembiayaan lebih besar di level BRI.

Sementara bagi pemegang saham akan berdampak dengan bisnis yang semakin luas dijalankan oleh BRI. Dengan begitu potensi pertumbuhan bank semakin besar walaupun akan memakan waktu cukup lama.

“Dengan dibentuknya holding ultra mikro ini nafsu untuk tumbuh itu kita penuhi tetapi tumbuhnya kepada yang smaller, maka kemudian kita mencari segmen yang lebih kecil,” ujar Suharso.

Dia menambahkan bagi pemegang saham terbentuknya holding tersebut menjadi sumber pertumbuhan baru. “Sehingga terbentuknya holding ultra mikro ini sesungguhnya bagi pemegang saham bisa dimaknai bahwa inilah sebenarnya sumber pertumbuhan baru yang bisa menjaga pertumbuhan BRI ke depan secara grup secara sustain,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top