Ekonomi

BEI Koordinasi dengan OJK dan Kementerian ESDM Kaji Aturan IPO Perusahaan Migas

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Komitmen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mempermudah perusahaan minyak dan gas (migas) listing di pasar modal, meski belum memiliki pendapatan terus digodok dan saat ini terus dilakukan pembahasan peraturannya.

“Masih dalam bentuk draf, kita koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini kan risikonya cukup besar, kami memberikan linisiensi bagi perusahaan yang belum mempunyai pendapatan,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, kemarin (18/3/2018).

Kata Samsul, dalam melakukan pembahasan mengenai peraturan itu pihaknya memerhatikan kepentingan investor agar tidak dirugikan yang dapat menurunkan kepercayaan terhadap industri pasar modal Indonesia. ”Maka itu kita cukup hati-hati menggarap peraturan itu,” jelasnya.

Dirinya memperkirakan, peraturan mengenai kemudahan IPO bagi perusahan migas akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini. Diharapkan, melalui peraturan itu memberi dukungan pendanaan dari pasar modal untuk perusahaan migas di dalam negeri yang akhirnya meningkatkan industrinya sekaligus mendorong kinerja pasar modal Indonesia.

”Sekitar tiga hingga lima perusahaan sudah menayakan peraturan itu. Kemungkinan mau menfaatkan peaturan itu,” katanya.

Sebelumnya, pada tanggal 20 Oktober 2014 BEI telah resmi menerbitkan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00100/BEI/10-2014 perihal Peraturan Nomor I-A.1. tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Peraturan itu efektif diberlakukan pada tanggal 1 November 2014, bertujuan memberikan kemudahan bagi perusahaan maupun induk perusahaan yang memiliki perusahaan terkendali yang bergerak di bidang pertambangan minerba mencatatkan sahamnya di bursa.

To Top