Ekonomi

Jelang Idul Fitri 2021, Penukaran Uang ‘Kecil’ di Sulsel Dilakukan di Kantor Cabang

Bank Indonesia (BI) Sulsel saat menggelar konferensi pers terkait kesiapan penyediaan uang rupiah pada ramadan dan Idul Fitri 2021, di Hotel The Rinra, Kota Makassar, Senin, (3/5/2021).

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2021, Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan akan membuka layanan penukaran uang kecil pada ramadan atau menjelang hari raya idul fitri tahun 2021.

Kepala Bank Indonesia Sulsel, Budi Hanoto, mengatakan pihaknya membuka pelayan penukaran uang di semua kantor cabang bank yang tersebar di Sulawesi Selatan.

“Layanan penukaran uang rupiah kali ini akan dilaksanakan dengan perbankan melalui loket penukaran di kantor cabang yang berada di wilayah Sulsel. Penukaran uang rupiah dilaksanakan melalui perbankan, termasuk pada empat wilayah kas titipan yaitu Parepare, Palopo, Bone, dan Bulukumba dengan nilai total uang layak edar semua pecahan yang disediakan sebesar Rp235,39 miliar,” kata Budi, saat menggelar konferensi pers terkait kesiapan penyediaan uang rupiah pada ramadan dan Idul Fitri 2021, di Hotel The Rinra, Kota Makassar, Senin, (3/5/2021).

Pihaknya menyiapkan kebutuhan uang tunai kepada masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 sebesar Rp3,58 triliun. Angka tersebut tidak jauh berbeda dari tahun 2020 sebesar Rp3,59 triliun.

Dirinya juga memastikan kebutuhan stok penukaran uang ‘kecil’, seperti pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, hingga Rp20 ribu tersebut, terpenuhi.

“Kita membuka ini karena kebutuhan masyarakat dan ini rutin tiap tahun kita lakukan. Kita pastikan uang kecilnya itu cukup,” kata Budi Hanoto

Lanjut Budi, selain mengantisipasi penyebaran uang palsu. Dirinya juga menjelaskan, pertumbuhan transaksi nilai dan non tunai juga diperkirakan mengalami pertumbuhan pada Ramadann dan Idul Fitri tahun 2021. Hal ini tidak lain karena tren digitalisasi transaksi pembayaran yang kian berkembang sejalan dengan maraknya moda belanja berbasis digital menggunakan uang elektronik.

BI Sulsel mencatat, peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada nilai dan volume transaksi berbasis uang elektronik dari Rp162,46 miliar pada Maret 2020 menjadi Rp386,56 miliar pada Maret 2021. Angka tersebut meningkat sebesar 138 persen.

“Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai baik melalui digital banking, uang elektronik, maupun pemakaian QR Indonesia Sandard (QRIS),” jelasnya.

Budi menjelaskan, perkembangan infrastruktur digital semakin berkembang diimbangi dengan kerangka aturan yang memadai telah mendukung terciptanya transaksi pembayaran non tunai dengan cepat, murah, mudah, aman, dan handal (cemumuah) sehingga mengarah pada terwujudnya less cash society.

(tas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top