Ekonomi

Kualitas Infrastruktur Indonesia jauh Tertinggal dari Malaysia

MENKEU SRI MULYANI MENERIMA PENGHARGAAN 10 NOVEMBER DAN CINDERAMATA DARI REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) DI SURABAYA, KEMARIN (10/11/2016).

SURABAYA, EDUNEWS.ID – Dalam laporan Global Competitiveness Report 2016-2017, kualitas infrastruktur Indonesia berada pada peringkat 60 dari 138 negara. Posisi tersebut masih jauh dari negara tetangga seperti Thailand di peringkat 49 dan Malaysia di peringkat 24.

Berdasarkan studi empiris World Economic Outlook pada Oktober 2014, pembangunan infrastruktur yang masif dapat memberikan efek ganda yang besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, investasi publik pada sektor infrastruktur, teknologi dan pendidikan juga dianggap dapat meningkatkan permintaan dan menekan tingkat ketimpangan.

“Tersedianya kualitas infrastruktur yang memadai akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi sektor industri untuk tumbuh dan berkembang. Infrastruktur juga dapat menciptakan pasar persaingan yang lebih sehat. Peningkatan aksesibilitas antar daerah dan pasokan listrik yang merata akan menciptakan kondisi pasar yang lebih efektif untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ke-56, di Graha ITS, Surabaya, kemarin (10/11/2016).

Peringkat tersebut menunjukkan infrastruktur menjadi tantangan utama. Padahal infrastruktur menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing.

To Top