Ekonomi

Tekanan Terhadap Rupiah Masih Berlanjut

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Tekanan terhadap kinerja mata uang rupiah diperkirakan bakal berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Kenaikan imbal hasil surat utang di Amerika Serikat (AS) telah mendorong apresiasi dollar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.
Analis Monex Investindo Futures, Faisyal di Jakarta, kemarin mengatakan sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar uang adalah kenaikan yield Amerika Serikat bertenor 10 tahun yang telah melewati level 3 persen untuk pertama kalinya sejak 2014, kondisi itu membuka potensi adanya kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.
“Selain yield obligasi yang tinggi, menguatnya dollar AS juga karena data ekonomi AS yang optimistis,” katanya. Dia mengemukakan data ekonomi, yakni Indeks Kepercayaan Konsumen AS selama April meningkat ke level 128,7, naik dari bulan sebelumnya.
“Penilaian konsumen AS saat ini membaik, dengan begitu, kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja cukup menguntungkan,” katanya. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (25/4/2018), melemah 37 poin dari sehari sebelumnya menjadi 13.909 rupiah per dollar AS.

To Top