Hukum

43 Hari Ditahan Diduga Makar, Ini Pernyataan Rijal KOBAR dan Jamran AMJU

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Dalam wawancara dengan Rijal KOBAR yang disangkakan dengan UU ITE mengatakan sejak pertama kali ditahan hingga masuk hari ke 43 masa penahanannya masih belum paham kenapa dirinya bersama Jamran AMJU dan Sri Bintang Pamungkas ditahan.

Rijal menjelaskan bahwa ‘aktivitasnya’ tidak ada mengindikasikan kearah makar. Ia mengatakan bahwa KOBAR hanya bergabung dengan GNPF MUI pada aksi 411 dan 212 yang lalu. Dimana sebelumnya KOBAR sudah berkoordinasi dengan GNPF MUI untuk terlibat sebagai peserta aksi tersebut.

Rijal mengatakan pemerintah jangan menakut-nakuti masyarakat dengan menangkapi aktivis dan ulama yang mengkritisi kebijakan pemerintah.

Rijal juga menegaskan, dalam kasus tersebut juga terjadi diskriminasi hukum. Pasalnya dari 11 orang yang disangkakan dengan kegiatan makar hanya tiga orang yang ditahan. Sedangkan delapan orang lainnya ditangguhkan penahanannya.

“Ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia,” ujarnya, Kamis (16/1/2017).

Rijal bersikukuh dengan pihak kepolisian bahwa dirinya tidak mendanai kegiatan apapun yang berkaitan dengan isu adanya makar. Rijal menegaskan hanya ingin persamaan hak warga negara dimuka hukum.

Senada dengan Rijal, Jamran AMJU mengatakan bahwa polisi tidak memiliki bukti yang kuat terkait pelanggaran UU ITE. Jamran mengatakan bahwa dalam postingannya hanya berupa ajakan kepada masyarakat untuk ikut aksi 212. Selainitu dalam postingannya Jamran menjelaskan hanya (BPK).

“Kalau mau periksa ya periksa BPK juga saya hanya menyampaikan data dari BPK. Buktinya sumir. Dan pemerintah takut terjadi chaos pada aksi 212 tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Jamran mengingatkan GNPF MUI harus memperhatikan dan membela tiga orang yang saat ini disangkakan dengan perbuatan makar dan pelanggaran UU ITE. Karena Jamran menilai KOBAR dan AMJU merupakan bagian dari peserta aksi 212 GNPF MUI dan selalu berkoordinasi.

“Selain itu Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Nasional juga harus bersuara untuk keadilan untuk bangsa ini. Dan harus membela kami,” ujar Jamran yang Ketua KAHMI Jakarta Utara ini.

To Top