Hukum

Joman Laporkan Balik Ubedilah Badrun, Pakar Hukum Pidana Unhas : Jangan Gegabah !

Pakar Hukum Pidana Universitas Hasanuddin, Ivan Parawansa

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Menanggapi pelaporan balik Dosen UNJ Ubedilah Badrun (Ubed) ke polisi, Pakar Hukum Pidana Universitas Hasanuddin, Ivan Parawansa, mengatakan Jokowi Mania (Joman) harusnya lebih tahu aturan dan jangan gegabah.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan edunews.id saat dimintai komentar melalui Whatsapp, Kamis (20/1/2022).

Ivan menjelaskan bahwa yang harus melapor balik adalah orang yang bersangkutan (Gibran dan Kaesang) apabila memang merasa dirugikan.

“Berdasarkan KUHP dan penjelasannya, yang harus melapor adalah orang yang bersangkutan yang merasa dirinya difitnah karena ini delik aduan. Bukan orang lain, pendukung, atau simpatisannya yang melapor,” terangnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa meskipun pelaporan balik oleh yang bersangkutan itu sah sah saja, seluruh elemen harus memberi ruang dan membiarkan KPK bekerja profesional terlebih dahulu.

“Kalau saya biarkan dulu KPK investigasi terkait laporan Ubed ini. Di sini kita lihat juga caranya KPK bekerja karena ada asas persamaan di muka hukum (equality before the law). Mau anak Presiden atau bukan kalau memang ada bukti yang mengarah ke indikasi korupsi, silahkan diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Sebelumnya, Ubed melaporkan dua anak Jokowi (Gibran-Kaesang) ke KPK dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Selain itu, berkaitan adanya dugaan KKN relasi dengan grup bisnis yang terlibat pembakaran hutan.

Tindakan Ubed langsung direspon Joman dengan melaporkan balik Akademisi UNJ tersebut ke polisi menggunakan pasal 317 terkait delik pengaduan fitnah.

Hingga saat ini, KPK mengaku masih menelusuri laporan yang diterima untuk menentukan apakah kasus tersebut termasuk tindak pidana korupsi dan berada di ranah KPK atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top