Liputan Khusus

Sebut Djusman AR sebagai Sosok Berpengaruh, Mantan Kajati Sulsel: Tanpa Abang mungkin Saya Jatuh

Foto: Momen Leonard (kiri) saat bersama Djusman. (M. Dirga Rizkinsyah/edunews.id)

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel yang kini menjabat Staf Ahli Jaksa Agung dan Plt Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebut Pegiat Anti Korupsi Djusman AR sebagai sosok yang sangat menginspirasi dirinya. Pasalnya selama Leonard menjadi Kajati, semangat aktivisme anti korupsi Djusman turut menjaga dirinya tetap berintegritas.

“Karena kita ini godaan banyak, kalau saya memang tidak ada (sosok) yang seperti abang (Djusman), bisa juga saya jatuh ke dalam godaan-godaan itu,” ucap Leonard saat bersilaturahmi dengan Djusman di Kedai 17, Jalan Anggrek Raya, Kota Makassar, Jumat (24/5/2024).

Selama kunjungan, Leonard menyampaikan bahwa dirinya memiliki visi dan misi yang sama dengan Djusman. Namun Leonard mengaku bahwa tekad Djusman lebih kuat sehingga membuat dirinya terdorong untuk terus maksimal dalam menjaga Sulsel dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Puji syukur saya promosi dari sini (sebagai Kajati) untuk jadi Staf Ahli (Jaksa Agung) dan ini semua bukan karena saya. Tapi, karena abang (Djusman) mendorong dan teman-teman saya juga mendorong sehingga keberhasilan ini (adalah) keberhasilan kita semua,” tambahnya.

Foto: Momen Leonard terima badik dari Djusman. (M. Dirga Rizkiansyah/edunews.id)

Ia menjelaskan bahwa pelantikannya sebagai Staf Ahli tidak terlepas dari pengaruh Djusman. Leonard bersyukur karena Djusman mau menemani, berdiskusi, dan bertukar pikiran dengannya.

“Kemudian abang (Djusman) mau menerima saya beberapa kali di tempat ini, itu menjadi catatan yang luar biasa dan memberikan semangat meyakinkan saya dalam melaksanakan tugas,” tutur Leonard.

Dalam momen pertemuan itu, Djusman memberikan senjata tradisional jenis badik ke Leonard. Leonard menuturkan bahwa badik itu adalah simbol harapan dari Djusman.

Baca Juga :   Jurnalis Makassar Sebut RUU Penyiaran Ancam Kebebasan Berekspresi

“Badik ini adalah simbol yang harus saya jaga karena ini (adalah) harapan abang (Djusman) dan tidak mungkin abang kasih badik yang dari leluhur ke saya. (Jadi) ada makna yang harus saya cermati dan saya harus jaga dengan baik,” pungkasnya.

Pantauan edunews.id, selain pemberian badik, anak Djusman, Teguh Esa Bangsawan DJ turut membacakan puisi yang menyentuh hati Leonard. Selain itu, turut hadir Aspidsus Kejati Sulsel dan Kadis Pendidikan Makassar Muhyiddin Mustakim didampingi beberapa kepala sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com