Nasional

Bermasalah di Eropa, BPOM Izinkan AstraZeneca Digunakan di Indonesia

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito.

JAKARTA, EDUNEWS.ID — Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin AstraZeneca masih bisa digunakan di Indonesia, meskipun sejumlah negara di Eropa mulai menangguhkan penggunaan vaksin dari Inggris itu karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pengentalan darah.

“Kami simpulkan penyuntikan dengan Vaksin AstraZeneca bisa dilanjutkan. Namun kejadian apapun jadi pertimbangan,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito melalui konferensi video yang disiarkan Youtube Badan POM RI, Jumat (16/4/2021).

“Sekarang kita tambahkan warning dalam statement fact sheet, informasi kepada tenaga kesehatan yang gunakan Astrazeneca untuk hati-hati yang dikaitkan dengan risiko kejadian [pengentalan darah] tersebut,” tambahnya.

Penny mengatakan peringatan serupa juga sudah tertera dalam label kemasan produk vaksin dari Astrazeneca, dimana disebutkan penggunaan vaksin dapat memungkinkan efek samping berupa pengentalan darah.

Penny menyebut potensi itu belum cukup menjadi pertimbangan BPOM untuk menangguhkan vaksin AstraZeneca. Ia mengatakan keputusan melanjutkan penggunaan vaksin tersebut juga didukung kajian yang dilakukan regulator obat lain di Eropa.

“Berdasarkan hasil kajian yang sudah disampaikan regulator obat di Eropa atau EMA (European Medicines Agency) dan MHRA (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency) di UK, mereka menyepakati dan rekomendasi masih bisa diteruskan,” ujar Penny.

Menurutnya, keputusan itu diambil karena KIPI pengentalan darah hanya meliputi sebagian kecil dari penerima vaksin Astrazeneca. Sehingga, kejadian itu disebut sangat jarang terjadi.

Namun begitu, Penny menegaskan BPOM akan selalu mengikuti dan mencermati setiap kemungkinan dan KIPI yang terjadi pada penerima vaksin AstraZeneca.

Untuk diketahui, sejumlah negara mulai menangguhkan penggunaan Vaksin AstraZeneca setelah ditemukan beberapa KIPI pengentalan darah. Salah satu yang baru saja menyetop penggunaan vaksin itu adalah Denmark.

Kementerian Kesehatan menyatakan masih menunggu kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan BPOM terkait pemakaian vaksin AstraZeneca di Indonesia.

cnn

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top