Politik

18 Guru Besar Bantu KPU Susun Pertanyaan Debat Pilgub Jabar

 

 

BANDUNG, EDUNEWS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU Jabar), tak menyusun sendiri pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan pada Pasangan Calon (Paslon) di debat perdana Calon Gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Jabar, Senin (12/3/2018).

Menurut Komisioner Divisi Teknis KPU Jabar, Endun Abdul Haq, pertanyaan yang akan diajukan ke semua Paslon disusun oleh 18 guru besar dari semua kampus yang ada di Jabar. “Jadi, 18 guru besar di semua kampus di Jabar ini yang mengkaji dan merumuskan pertanyaannya,” ujar Endun, Ahad (11/3/2018).

Menurut Endun, tim perumus materi debat kandidat tersebut terdiri atas para guru besar dan dosen senior dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian. Di antaranya, dari IPB, Unpar, Unisba, UI, UPI, Unpad, dan UIN SGD.

Materi debatnya, terkait visi dan misi paslon dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, serta memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

“Tapi, tim panelis guru besar itu hanya merumuskan soalnya kalau yang bertanya nanti moderatornya,” katanya.

Menurut Komisioner KPU Jabar Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih, acara debat kandidat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Sabuga 12 Maret mendatang, diharapkan bisa menjawab persoalan-persoalan Jawa Barat.

Acara itu juga, harus dalam bingkai tema besar Pilgub Jabar yakni sebagai sarana edukasi demokrasi dan wahana wisata politik untuk masyarakat Jawa Barat, rakyat Indonesia, dan warga dunia. “Tema besar Pilgub, harus menjadi ruh pada debat kandidat,” katanya.

Hal senada juga dikemukakan Komisioner Divisi Perencanaan dan Data, Ferdhiman PBariguna, yang juga berharap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak “garing” dan mampu mengeksplorasi kemampuan paslon. “Ide-ide yang disampaikan juga diharapkan membawa perubahan,” kata Ferdhiman.

To Top