Politik

Edy Rahmayadi Sebut Perindo Partai Baru yang Konsisten Berbuat untuk Masyarakat

 

 

MEDAN, EDUNEWS.ID – Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1, Edy Rahmayadi menghadiri rapat konsolidasi DPP, DPW dan DPD se-Sumatera Utara yang digelar di Kompleks Asrama Haji, Medan, Sabtu (3/3/2018).

Edy datang didampingi anggota tim pemenangannya disambut langsung oleh pengurus DPP Perindo, Syafril Nasution, Arya Mahendra Sinulingga dan Armyn Gultom, serta Ketua DPW Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan.

Dalam sambutannya, Edy yang ikut didukung Perindo dalam kontestasi Pilgub Sumut 2018, berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia sangat menghargai dukungan itu mengingat Perindo adalah partai politik baru yang sudah sangat dekat di hati masyarakat karena aksi nyata Perindo ke masyarakat.

“Partai Perindo sebagai partai baru cukup bagus sebagai partai yang baru lahir karena sudah berbuat,” kata Edy.

Edy mengatakan, ia dan seluruh tim pemenangnya berharap agar seluruh kader Partai Perindo mau membantu melawan kampanye yang menggunakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Marilah kita lebih mengedepankan politik yang santun. Begitu banyak beragam etnis suku di Sumatera Utara ini, maka saya imbau agar jangan ada isu SARA. Seluruhnya bekerja secara politik saja. Mari kita jadikan Sumut yang bermartabat,” katanya.

“Saya pemain pemula di politik, jadi jangan dibandingkan dengan partai, agama maupun kekuasaan yang kami ingin raih. Tapi harus kita jadikan Sumut ini lebih bermartabat, serta lebih baik,” tambah Edy.

Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Perindo, Syafril Nasution mengatakan, pihaknya sepakat dengan Edy Rahmayadi terkait tidak menggunakan isu SARA di Pilgub Sumut 2018.

Dukungan Perindo terhadap Edy Rahmayadi, kata Syafril, tidak didasarkan pada basis SARA, melainkan atas dasar kinerja dan prestasi Edy Rahmayadi selama menjadi prajurit TNI, maupun dalam kepemimpinan sipil saat menakhodai tim sepakbola kebanggaan warga Sumut, PSMS Medan.

“Semua kita di Indonesia ini satu. Kita bangsa Indonesia mengakui Ketuhanan yang Maha Esa dan itu nomor satu, dan tidak mengutamakan agama apapun. Tapi yang terpenting, siapa yang bisa membangun Sumatera Utara adalah putra Sumatera Utara sendiri. Bukan dari daerah lain,” tukasnya.

To Top