Politik

Golkar: Khofifah Bukan Batu Sandungan Jokowi

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kekalahan Saifullah Yusuf-Puti Soekarno dari Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur dari hitung cepat tidak akan menjadi hambatan bagi Joko Widodo menapaki kursi RI 1. Pasalnya, meski bukan jagoan PDIP, Khofifah adalah “orangnya” Jokowi.

“Di Jatim sudah tidak perlu dikhawatirkan, Khofifah ini kan tim sukses dan mantan menterinya Pak Jokowi. Jadi cagub juga atas persetujuan Pak Jokowi,” terang politisi Golkar Firman Soebagyo, Jumat (29/6/2018).

Ipul-Puti diusung PDIP, PKB, PKS dan Gerindra sementara Khofifah-Dardak diusung partai lain diantaranya Golkar. Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristianto menyatakan bahwa dukungan Jokowi di Jatim untuk pasangan Gus Ipul-Puti Guntursoekarnoputra.

Majunya Khofifah sebagai cagub Jatim pun menurut Hasto tak direstui oleh Jokowi. Kemenangan Khofifah di Jatim membuat antara partai berlambang banteng moncong putih dan beringin sempat bersitegang. Hal itu dimulai ketika ketum Golkar Airlangga Hartanto mengeluarkan pernyataan bahwa Khofifah didukung oleh Jokowi.

Terlepas dari itu, Firman mengimbau agar koalisi Jokowi saat ini fokus di Jabar dan Jateng. Meskipun masih dipegang oleh calon yang diusung oleh koalisi, namun perolehan suara Sudradjat-Syaikhu di Jabar dan Sudirman Said-Ida Fauziah di Jateng patut diwaspadai.

“Suara Sudradjat dan Sudirman Said melonjak signifikan karena isu 212 dan KTP-el masih sering dimainkan,” ungkapnya.

Di sisi lain ia menghendaki agar koalisi Jokowi tetap solid menjelang Pilpres 2019. “Untuk Golkar sendir tak ada masalah, yang penting kami harap koalisi Pak Jokowi tetap solid dan all out,” pungkasnya.

To Top