Politik

Pidato Giring Dikritik Banyak Pihak, PSI Tidak Ambil Pusing

Giring PSI

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, menyinggung masa depan Indonesia setelah Pilpres dalam acara puncak HUT PSI yang ke 7 di Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Dia menyebut bahwa masa depan Indonesia suram apabila Presiden yang terpilih ke depan adalah sosok pembohong yang pernah dipecat Jokowi dalam pemerintahan.

Pernyataan tersebut sontak mendapat kritikan pedas dari berbagai pihak, salah satunya Sekretaris Wilayah DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Najmi Mumtaza Rabbany.

Dilansir dari GenPI.co pada Ahad (26/12), Najmy menyayangkan pernyataan Eks vokalis Nidji itu yang dianggapnya mengancam persatuan dan kerukunan masyarakat di Indonesia.

“Alih-alih membela keberagaman, ucapan Bang Giring justru mengancam persatuan dan kerukunan masyarakat,” ungkapnya.

Bahkan saat ini netizen ramai menaikkan tagar Tenggelamkan Partai Nol Koma hingga menjadi trending di twitter.

Di lain sisi, PSI mengaku tidak ambil pusing dengan semua tanggapan pedas tersebut. Selain karena pidato Giring bukan spontanitas belaka, juga dianggap sebagai risiko politik.

“Pidato Giring tentu sudah dipersiapkan dan merupakan sikap partai. Masalah jadi olok-olok, dihina, direndahkan, ya itu risiko politisi,” tegas juru bicara PSI, Ariyo Bimmo saat diwawancara oleh CNNIndonesia.com, Senin (27/12).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top