Politik

Ponpes Al Falah Ploso Instruksikan Alumni untuk Menangkan Gus Ipul

 

 

JOMBANG, EDUNEWS.ID – Hasil Musyawarah Nasional (Munas) II Alumni Ponpes Al Falah Ploso di Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang diinstruksikan untuk turut memenangkan Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Keputusan ini diambil setelah para Alumnis menggelar Munas selama dua hari.

Juru bicara Munas II Alumni Ponpes Al Falah Ploso, Muhammad Firjon Barlaman mengatakan, ada salah satu item dalam pembahasan sidang komisi organisasi yakni, para alumni Al Falah Ploso harus tunduk dan patuh terhadap keputusan para kiai atau Masyayikh.

Artinya, sikap ini diambil ibarat sebuah barisan jika tidak tunduk dan patuh pada komando akan porak poranda. Dari dua pasangan calon yang muncul yakni pasangan Khofifah Indar Parawansah-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno maka alumni Ploso diinstruksikan mendukung pasangan Gus Ipul-Puti.

“Kan sudah jelas tadi dukungan kepada Gus Ipul,” kata Gus Firjon, Ahad (3/3/2018).

Terkait alasan kenapa mendukung pasangan ini, kata Gur Firjon, adalah bagian dari sikap tunduk kepada perintah para kiai atau masyayikh. Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Alumni Al Falah Ploso terpilih KH Abdussalam Sohib menambahkan, sikap mendukung pasangan ini bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Gus Ipul mampu merepresentasikan kepentingan pesantren di Jawa Timur sewaktu mendampingi Soekarwo sebagai Gubernur Jatim. Beberapa diantaranya terkiat Bantuan Operasional kepada Madrasah Dinninyah serta tunjungan bagi para guru ngaji di Jawa Timur.

“Kedepan peran pemerintah terhadap dunia pesantren harus ditingkatkan. Jawa Timur adlah satu-satunya propinsi yang memperhatikan Madrasah Diniyah,” kata Gus Salam.

Kata Gus Salam, beberapa alumni Al Falah Ploso di luar Jawa Timur juga mengaku iri dengan perhatian Pemprov Jatim terhadap madrasah diniyah. Ia juga mengatakan, selain rekomendasi pemenangan pasangan Gus Ipul-Puti, dalam sidang-sidang komisi juga menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah.

Salah satunya adalah mendorong pemerintah agar memberikan perhatian baik sarana maupun prasarana terhadap dunia pesantren. Jumlah pesantren di Indonesia puluhan ribu.

Selain itu, ada pengakuan secara resmi bagi para alumni pesantren meskipun tanpa harus menempuh pendidikan umum. Misalnya, banyak santri yang tidak bisa menempuh pendidikan tinggi lantaran berbekal pendidikan di pesantren.

“Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan dunia pesantren yang memiliki kontribusi nyata dalam pembentukkan karakter anak bangsa,” jelasnya.

To Top