Nasional

Sering Nangis Gegara Jokowi Dihina, Megawati : Kita Diajari Moral dan Etika, Berhenti Menghujat!

BALI, EDUNEWS.ID-Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengaku sedih lantaran masih banyak orang yang kerap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, menurutnya, Jokowi sudah berjuang keras untuk rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih, yang disiarkan melalui kanal YouTube Pemprov Bali, Rabu (18/8/2021).

“Coba lihat Pak Jokowi ya. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus loh. Mikir kenapa? Mikir kita lho, mikir rakyat lho. Masak masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah,” kata Megawati sembari menangis. Suara Megawati terdengar tercekat.

Menurut Megawati, orang-orang yang menghina Jokowi itu tidak memiliki moral. Dia juga menilai mereka pengecut.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan, di usia 76 tahun Kemerdekaan, banyak warga Indonesia yang mulai berpikir egosentris dan syirik. Menurutnya, banyak orang yang tidak senang ketika ada orang senang.

“76 tahun suara-suara dari warga bangsanya sendiri itu menurut saya seperti mulai berkurang. Berkurang elan perjuangannya seperti api nan tak kunjung padam. Mulai berpikir egosentris, mulai melihat orang, kalau orang bahasa Arab tu syirik. Kok kalau orang senang tidak senang ya. Aneh buat saya,” kata Megawati.

Menurut Megawati, jika memiliki ketidaksukaan pada seseorang, tidak seharusnya kita menghujat. Dia pun mencontohkan saat Presiden ke-2 RI Soeharto diturunkan dan kemudian dihujat banyak orang.

“Kami kebetulan dididik oleh orang tua sangat luar biasa, diajari moral dan etika. Kalau kamu ndak seneng sama orang, lebih baik kamu tidak menghujat. Sudah berhenti saja, diam saja. Ketika Presiden Soeharto jatuh orang maunya menghujat. Coba saja boleh tanya, saya bilang berhentilah menghujat Pak Harto, apakah kita bukan bangsa yang berkepribadian dengan Pancasila. Masa kalau orang sudah jatuh ditimpa tangga lagi seperti ayah saya ya. Ke mana kebesaran jiwa bangsa,” tuturnya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top