Nasional

Survei SMRC Simulasi 3 Nama Capres: Gibran Ungguli AHY dan Prabowo

JAKARTA, EDUNEWS.ID — Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil pemetaan politik nasional terbaru terkait elektabilitas calon presiden dalam simulasi tertutup tiga nama.

Hasil survei yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi SMRC TV pada Sabtu, 17 Oktober 2026 tersebut menunjukkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di posisi teratas, mengungguli Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam riset yang digelar pada periode 1–10 Oktober 2026 ini, SMRC menguji skenario persaingan tiga figur tanpa memasukkan nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Skenario tersebut dibuat karena Dedi dan Prabowo berada dalam naungan partai politik yang sama, yakni Partai Gerindra.

Rincian Perolehan Elektabilitas

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan persentase dukungan publik yang diraih oleh ketiga tokoh dalam simulasi tiga nama ini:

  • Gibran Rakabuming Raka: 29,7%
  • Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 28,2%
  • Prabowo Subianto: 22,7%
  • Belum menentukan pilihan / Tidak tahu: 19,4%

“Gibran berada di posisi teratas dengan 29,7 persen, bersaing ketat dengan AHY yang mengantongi 28,2 persen. Sementara petahana, Prabowo Subianto, berada di posisi ketiga dengan 22,7 persen,” ujar Deni Irvani dalam tayangan di kanal YouTube SMRC TV pada Sabtu (17/10/2026).

Pertimbangan Racikan Skenario Simulasi

Deni menjelaskan bahwa pembentukan simulasi tiga nama ini ditujukan untuk mengukur kekuatan elektoral riil dari Prabowo apabila Dedi Mulyadi tidak masuk dalam gelanggang kompetisi.

Lebih lanjut, nama Gibran dimasukkan ke dalam simulasi karena daya tarik elektabilitasnya yang konsisten kuat pada simulasi semi-terbuka, ditambah kedekatannya dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berpotensi menjadi kendaraan politiknya. Di sisi lain, AHY dipasang sebagai figur potensial mengingat jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang memiliki modal tiket pencalonan.

“Simulasi tiga nama ini dinilai cukup realistis dan relevan untuk menguji kekuatan elektabilitas Prabowo ketika Dedi Mulyadi tidak ikut bersaing,” tutur Deni.

Dukungan Terhadap Petahana Cenderung Melemah

Berdasarkan analisis SMRC, temuan ini mengindikasikan bahwa posisi petahana tidak secara otomatis menguat meskipun pilihan figur lain dipersempit. Limpahan suara dari pemilih yang tidak mendapati nama Dedi Mulyadi justru lebih banyak terserap oleh calon-calon lain seperti Gibran dan AHY ketimbang beralih ke Prabowo.

“Elektabilitas Prabowo tidak berubah menjadi sangat kuat ketika Dedi Mulyadi tidak ikut bersaing. Suara Dedi ternyata lebih banyak ditarik Gibran dan AHY dibanding Prabowo. Dukungan kepada Prabowo sebagai petahana sangat lemah,” tandas Deni. (*)

Redaktur : Tim Redaksi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top