Puisi

Puisi-Puisi Dewi Lestari

Pada Aksara

Pada aksara aku bebas jatuh cinta
Mengagumi rentetan kata yang kau tulis
Memperindah lewat syair-syair puisi membuatku terpukau
Beku dalam kedamaian

Puisi pada aksara aku bebas berfantasi
Mengeksploitasi kata yang tak ternalarkan
Menyapa tuan yang tak berupa
Karena diriku terlalu lemah
Hanya mampu bercengkrama dalam ruang bisu

Aksara …
pada aksara kutuangkan kata yang tak terungkapkan
karena di hadapanmu kutakut gugur
Sapaku tak terlontarkan
Menghadirkan tabir dan kata
yang siap menjadi takdir menyakitkan karna aksara.

Aku menyampaikan resah
jikalau esok aksaraku membisu
dan aku bukan lagi pembaca syairmu
biarlah waktu yang menjawab dalam kesenyapannya yang abadi

 

Gugur Rindu

Kunikmati sunyi yang paling luka serupa belati tajam menghujam sayup-sayup terdengar jeritan tangisku beradu dalam ruang dan waktu,
senyap seolah jadi malam yang paling bisu

Kini aku berusaha mematahkan anak-anak rindu yang merajai jiwa
tanpa usai perlahan-lahan mentari menampakkan sinarnya di ufuk timur rindu tak teredam beranjak mencari sosok si tuan dari rindu-rindu ini wajahnya tak tergapai oleh indra penglihatanku sementara ada rindu yang berusaha gugur di persemayangannya

Senja kembali datang dengan jingganya yang indah nan elok aku mengadu pada sepi berpayung langit menghitam “bahwa rinduku tak pernah gugur”

 

Apa Kabar Negeriku?

Hai negeriku…
Keramahanmu membentang ke antartika
sukmamu yang selalu menerangi jiwa yang rapuh
keindahanmu tak terungkapkan dengan kata-kata
negeriku bak surga yang begitu ku agungkan

Kini apa kabar negeriku?
Negeri yang hampir sepuh kini apa kabar negeriku?
Yang berdiri di atas darah nanah dari mereka yang durhaka

kini apa kabar negeriku?
Negeri yang menyimpan sebongkah cerita pilu
Negeriku tak lagi mempesona
Negeriku tak lagi mengobati kedahagaan
Negeriku terlena pada orang-orang berdasi tinggal dalam istana megah,
duduk manis dikursi penderitaan.

Jeritan pilu tak lagi dihiraukan
suara-suara keadilan dibungkam menundukkan tatapan-tatapan perlawanan burung garuda pun tak lagi membentangkan sayap indahnya dari sabang sampai marauke
kini apa kabar negeriku?
Dewi Lestari. Mahasiswa Pendidikan Antropologi FIS UNM. Bergiat di HMPS dan Perpustakaan Pend. Antropologi.

To Top