EDUNEWS.ID – Menjelang pemilihan Kepala Desa Babamolingku Kecamatan Poleang Barat di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan salah satu desa dari beberapa desa yang ada di bombana akan melaksanakan pemilihan serentak.
Hal itu kemudian memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat bahwa siapa yang akan mereka pilih pada tanggal 20 februari nantinya. Beberapa tahun di desa tersebut perkembangan dari segi fisik maupun SDM yang dirasakan itu sangatlah minim di banding desa lain.
Ada tiga Clcalon yang akan memperebutkan suara terbanyak, apakah kepemimpinan akan dilanjutkan oleh pejabat sebelumnya atau justru tergantikan dengan wajah baru yang membawa semangat dan tekad yang bulat untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Salah satu Pemuda kelahiran desa Babamolingku merupakan aktifis dan alumni dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Yusran Darmansa mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi menentukan arah kepemimpinan di desa itu ke depannya.
“Mari ditahun ini dengan niat yang baik kita pilih calon kepala Desa di bulan dua ini yang mampu membuat perubahan di desa ini, yang lebih mengedepankan pembangunan yang merata dan kesejahteraan masyarakat desa, jangan pilih yang hanya mementingkan satu kelompok tetapi pilihlah yang ingin merangkul semua masyarakat ketika selesai pemilihan tidak ada lagi sekat dan perbedaan kembali di satu visi yang sama yaitu bagaimana agar desa tersebut mampu lebih maju kedepannya,” katanya.
Ia menilai Desa Babamolingku berpotensi akan hasil peternakan dan pertanian luar biasa, dari sektor peternakan populasi sapi sangat banyak karena hampir setiap warga memelihara sapi. Seperti Ini perlu dikembangan bagaimana pemerintah mengelolah hal ini sehingga ekonomi masyarakat desa bisa berkembang.
“Melanjutkan pembangunan yang ada merupakan sebuah keniscayaan tetapi perubahan itu merupakan sebuah keharusan,” ujarnya.
Desa Babamolingku sudah berdiri sejak puluhan tahun setelah melakukan pemekaran dari Desa Toari Bombana, namun angka yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi itu hanya satu dua orang saja setiap tahunnya itupun kalau ada.
Ini juga menjadi tantangan kedepannya untuk pemerintah setempat bagaimana agar SDM dari warganya dapat terus di tingkatkan melalui dorongan untuk terus melanjutkan pendidikan, bukan hanya pihak desa tetapi setiap Stakakeholder terkait, mulai dari jajaran eksekutif dan yudikatif di kabupaten Bombana.
“Terakhir pesanya siapapun yang terpilih intinya sumber dana desa kementrian PDTT, itu dialokasikan sesuai kebutuhan warga atau kebutuhan desa dan jangan coba coba sedikitpun mengganggu anggara tersebut,” pesannya.
“Saya di garda terdepan akan selalu bergerak apabila ada keganjalan yang dilakukan oleh pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Diketahui calon Kades Babamolingku, diantaranya nomor 1 Bachtiar Rifai yang juga incumbent (Kades sebelumnya), 2 Patahangi, dan nomor 3 Basri Alam.
