MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar Ahmad Namsum akan menertibkan Fasum (Fasilitas Umum) yang ada di CCR yang berada di jalan Poros Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kota Makassar.
Ahmad Namsum mengatakan berdasarkan hasil rapat Dinas Pertanahan dan SKPD terkait lingkup Pemkot Makassar dengan menyatakan lahan yang digunakan merupakan lahan berstatus Fasum.
Fasum itu juga diakui oleh pihak pengembang PT Cahaya Surya. Pihaknya juga telah melakukan pemanggilan terhadap pihak CCR Toddopuli.
“Sudah dua kali kami undang, dua kali juga tidak hadir. Akan tetap kami surati bahwa berdasarkan hasil rapat itu dan pernyataan dari PT Cahaya Surya bahwa itu adalah Fasum, maka kami minta CCR, bukan hanya CCR saja kami minta dikembalikan ke fungsinya, kecuali pada niat baik kita menyampaikan untuk dikembalikan kepada fungsinya tidak diindahkan tentu pemerintah kota mengambil langkah-langkah untuk mengembalikan ke fungsinya,” kata Kadis Pertanahan Kota Makassar Ahmad Namsum kepada redaksi edunews.id, Sabtu (17/9/2022).
Lanjut Ahmad Namsum, dirinya menegaskan akan memberikan waktu selama sepekan untuk menindaklanjuti instruksi Dinas Pertanahan Kota Makassar itu.
“InsyaAllah pekan depan saya akan surati, saya beri waktu 7 hari, kalau dia tidak indahkan kami akan rapatkan, mungkin kita berikan teguran pertama, kedua, ketiga dan setelah itu kita mengambil langkah sesuai dengan aturan untuk mengembalikan Fasum,” tegas Ahmad Namsum.
Selain itu, dirinya juga menanggapi terkait permasalahan Fasum yang telah lama diduduki oleh pihak pengelola CCR Toddopuli.
“Saya kan tidak melihat kapan dia duduki, yang jelas diera saya ini yang diberi amanah bapak Walikota sebagai Kepala Dinas Pertanahan maka tentu saya mencermati bahwa tupoksi kami, mengamankan, mempertahankan dan mengembalikan fungsi lahan, termasuk Fasum – Fasos yang diserobot orang, karna kami punya aplikasi Pusaka Makassar (Pengembalian Fasum – Fasos di Kota Makassar),” ujarnya.
Dirinya menilai setiap pimpinan OPD dari masa ke masa selalu memiliki strategi yang berbeda melakukan tindakan penyelamatan aset termasuk Fasum dan Fasos.
“Jadikan setiap Kepala atau setiap yang mengendalikan organisasi kan tentunya mempunyai strategi yang berbeda, strategi, inovasi dan program itulah yang kami munculkan menyentuh itu, bahwa inovasi saya Pusaka Makassar maka secara perlahan kami menyasar lahan kita, aset kita, Fasum dan Fasos kita yang diserobot, langkah kongkritnya kami telah hadirkan para camat untuk meminta datanya itu, data yang masuk itulah yang kami cermati dan kami lakukan untuk pengembalian fungsi,” tutup Ahmad Namsum.
