NEW YORK, EDUNEWS.ID – Sosok mendiang miliarder Jeffrey Epstein kembali menjadi pusat perhatian global setelah ribuan dokumen hukum terkait kasus kejahatan seksualnya dibuka ke publik.
Kasus ini tidak hanya mengungkap sisi gelap sang predator, tetapi juga menyoroti bagaimana rekam jejak karier dan jaringan finansialnya mampu menyentuh tokoh-tokoh paling berpengaruh di dunia.
Profil Karier : Berawal dari Ruang Kelas
Banyak yang tidak menyangka bahwa Epstein mengawali perjalanannya sebagai seorang pendidik. Berdasarkan data sejarah kariernya, ia sempat mengajar matematika di The Dalton School pada periode 1974 hingga 1976. Namun, masa jabatannya sebagai guru berakhir setelah pihak sekolah memecatnya karena alasan kinerja yang dinilai buruk.
Meski gagal di dunia pendidikan formal, keberuntungan Epstein berbalik saat ia menjadi tutor pribadi bagi putra Alan Greenberg, CEO Bear Stearns saat itu. Koneksi inilah yang menjadi “pintu masuk” Epstein ke industri perbankan investasi dan dunia keuangan kelas atas Manhattan.
Gurita Aset dan Kekayaan Fantastis
Berdasarkan berkas kasus pidana pada saat kematiannya di tahun 2019, kekayaan bersih Epstein diestimasi mencapai US$ 560 juta atau setara dengan Rp 9,39 triliun (asumsi kurs Rp 16.770/US$). Kekayaan ini didominasi oleh kepemilikan aset properti mewah di berbagai lokasi strategis:
-
Rumah Mewah Upper East Side (Manhattan): Bernilai lebih dari US$ 50 juta.
-
Mansion Palm Beach (Florida): Ditaksir mencapai US$ 12 juta.
-
Peternakan di New Mexico: Bernilai lebih dari US$ 17 juta.
-
Apartemen di Paris: Diperkirakan bernilai US$ 8,6 juta.
-
Kepulauan Pribadi: Dua pulau di Karibia (Great St. James dan Little St. James) yang bernilai total US$ 86 juta.
Manajemen Keuangan Miliarder
Sumber utama pundi-pundi Epstein berasal dari perannya sebagai manajer keuangan bagi kaum elite. Salah satu klien terbesarnya adalah Leon Black, Ketua Apollo Global Management, yang dilaporkan membayar Epstein sebesar US$ 158 juta (Rp 2,64 triliun) untuk jasa perencanaan pajak dan warisan.
Nama-nama besar lain seperti Les Wexner (pendiri L Brands) juga tercatat sebagai klien lama. Meskipun dalam keterangannya, Wexner mengaku menyesal dan menegaskan tidak mengetahui aktivitas ilegal yang dilakukan Epstein selama bekerja untuknya.
Keterlibatan Tokoh Dunia
Dokumen hukum yang terkuak kembali menyebutkan nama-nama besar yang pernah berada di sekitar lingkaran Epstein. Mulai dari mantan Presiden AS Donald Trump dan Bill Clinton, hingga tokoh bisnis dunia seperti Bill Gates dan Elon Musk. Kehadiran nama-nama ini memicu diskusi publik mengenai sejauh mana pengaruh “diplomasi finansial” yang dibangun Epstein selama puluhan tahun.
Kini, pengungkapan dokumen ini diharapkan dapat memberikan transparansi lebih lanjut terhadap jaringan kejahatan yang selama ini tersembunyi di balik kemewahan properti dan jet pribadi sang miliarder. (*)
