Internasional

Ramalan Prof Jiang Xueqin Jadi Nyata : AS akan Menderita Kekalahan Lawan Iran!

Prof Jiang Xueqin

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Nama Prof Jiang Xueqin kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Sosok pendidik yang kontennya kerap ditonton oleh aktris Dian Sastrowardoyo ini ternyata telah memprediksi pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sejak tahun 2024 lalu.

Dalam analisisnya yang kini viral, lulusan Yale University tersebut secara blak-blakan menyebut bahwa Amerika Serikat akan menderita kekalahan yang akan mengubah wajah dunia untuk selamanya.

Mempertahankan Status ‘Kekaisaran’

Melalui kanal YouTube miliknya, Predictive History, Prof Jiang menjelaskan bahwa keterlibatan AS dalam konflik ini bukan sekadar urusan diplomasi biasa, melainkan upaya mempertahankan status sebagai “kerajaan” atau kekaisaran global.

“Amerika adalah suatu kerajaan dan harus mempertahankan status kekaisarannya,” terang Prof Jiang dalam video tertanggal 10 Mei 2024. Ia menyebut ada dua alasan utama AS menginvasi Iran, kuatnya lobi Israel dan kebutuhan untuk menjaga fondasi kekuasaan mereka yang telah dibangun sejak kemerdekaan 1776.

Petrodolar dan Cekikan di Selat Hormuz

Prof Jiang menekankan bahwa kekuatan AS sangat bergantung pada petrodolar—cadangan moneter dolar hasil penjualan minyak. Unsur vital dari sistem ini adalah negara-negara kawasan Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC).

Menurutnya, Iran memegang kunci fatal dalam konflik ini melalui Selat Hormuz.

“Selat Hormuz adalah kunci dan Iran menutupnya untuk mencekik ekonomi global dan oleh sebab itu meruntuhkan kerajaan AS,” tegasnya. Penutupan jalur ini tidak hanya menghancurkan ekonomi Amerika, tetapi juga mengancam ketahanan pangan negara-negara GCC yang 80% makanannya berasal dari impor.

Doktrin Militer AS yang Usang

Dalam video terbarunya pada Selasa (3/3/2026), Prof Jiang menilai militer Amerika Serikat tidak siap menghadapi perang di abad ke-21. Ia mengkritik strategi “Shock and Awe” (Guncang dan Gentarkan) yang digunakan AS.

Strategi tersebut dianalogikan seperti memenggal kepala musuh agar tubuhnya jatuh. Namun, strategi ini dianggap tidak akan mempan melawan Iran yang menerapkan sistem komando terdesentralisasi.

“Jadi meskipun Amerika tampak seperti tentara yang tak terkalahkan, mereka tidak dilengkapi untuk berperang dalam perang abad ke-21 melawan drone, melawan fanatik agama,” pungkas sosok yang juga aktif sebagai penulis di berbagai media internasional tersebut.

Kini, di hari keempat perang yang telah dimulai, Prof Jiang meyakinkan bahwa dunia tidak akan pernah sama lagi setelah konflik ini berakhir. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top