Catatan Redaksi

Direksi Baru PDAM Mau Rapikan Pegawai, Benahi Kinerja atau Singkirkan Orang Lama?

REDAKSI, EDUNEWS.ID – Pelantikan jajaran direksi baru PDAM Makassar membawa angin segar. Direksi baru akan melakukan pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM). Direksi menyebut akan merapikan distribusi pegawai yang dianggap tidak proporsional. Namun, bagi publik yang sudah terbiasa melihat dinamika BUMD sekelas PDAM Makassar, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan  apakah ini merupakan harapan baru tentang profesionalisme, atau hanya babak baru dari praktik bongkar-pasang orang dalam?

Ada tiga poin krusial yang harus kita kawal terkait rencana direksi baru ini

1. Distribusi Pegawai atau Efisiensi Titipan?

Klaim direksi bahwa distribusi pegawai perlu dirapikan mengamini satu hal, bahwa selama ini telah terjadi kegemukan organisasi yang terkesan dibiarkan. PDAM Makassar harus berani transparan, berapa banyak pegawai yang masuk lewat jalur kompetensi dan berapa banyak yang lewat jalur koneksi. Jika penataan SDM ini hanya berujung pada pengalihan staf tanpa pengurangan beban operasional yang tidak produktif, maka rencana ini hanyalah retorika belaka.

2. SDM Unggul vs Keluhan Pelanggan yang Klasik

Pembenahan SDM jangan hanya sibuk di urusan administratif kantor pusat. Yang dibutuhkan warga Makassar bukan sekadar struktur organisasi yang rapi, tapi respons cepat saat pipa bocor dan kepastian air mengalir 24 jam. Jangan sampai direksi hanya sibuk merapikan barisan di dalam, sementara pelayanan di lapangan tetap jalan di tempat. Tolok ukur keberhasilan SDM baru adalah menurunnya angka keluhan warga, bukan sekadar mutasi jabatan.

3. Transparansi Meritokrasi

Kita menantang direksi baru untuk menerapkan sistem Merit System yang nyata. Publik berhak tahu parameter apa yang digunakan untuk merapikan distribusi pegawai tersebut. Apakah berdasarkan kinerja (KPI) yang terukur, atau sekadar berdasarkan kedekatan dengan visi direksi baru? PDAM bukan perusahaan keluarga, ini adalah aset rakyat yang digaji dari tarif yang dibayar warga setiap bulan.

Penutup

Kita mengapresiasi langkah awal direksi untuk menyentuh masalah fundamental di tubuh PDAM, yaitu manusia-manusianya. Namun, catatan ini tentu  akan tetap menjadi pengingat. Jika dalam 100 hari kerja ke depan yang terjadi hanyalah kegaduhan mutasi tanpa perbaikan distribusi air ke wilayah krisis seperti Makassar Utara dan Timur, maka pembenahan SDM ini hanyalah upaya yang sepertinya berakhir sia-sia. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com