MALANG, EDUNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada pihak-pihak yang kerap mengeluhkan tingginya harga beras di tingkat petani. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Di hadapan para petani, Presiden Prabowo secara terbuka membela kesejahteraan mereka. Ia menegaskan bahwa petani berhak mendapatkan penghasilan yang layak dari hasil kerja kerasnya.
“Saya bangga dengan petani-petani Indonesia. Yang mengatakan beras terlalu mahal, suruh, ikut kau tanam beras,” ujar Prabowo yang langsung disambut riuh tepuk tangan para hadirin.
Sebut Petani dan Nelayan Pahlawan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden tidak hanya memberikan apresiasi kepada petani, tetapi juga kepada para nelayan. Ia menyebut kedua profesi tersebut sebagai pilar utama kedaulatan pangan nasional.
“Terima kasih petani, nelayan Indonesia. Kau, kau adalah pahlawan yang sebenarnya. Kau menghasilkan pangan untuk kita semua,” tutur Presiden.
Menurut Presiden, wajar jika petani mengharapkan penghasilan tinggi. Ia bahkan berkelakar bahwa jika ada pihak yang tidak setuju petani mendapatkan keuntungan besar dari harga beras, maka pihak tersebut dipersilakan untuk mencoba bercocok tanam sendiri.
“Kalau petani beras nggak boleh dapat penghasilan yang tinggi, ya suruh mereka tanam padi sendiri itu. Wuenak aja gitu,” imbuh Presiden sambil tertawa.
Kegiatan Panen Raya TNI ini menjadi bukti sinergi antara TNI dan sektor pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sejumlah menteri dan pimpinan TNI tampak mendampingi Presiden dalam agenda tersebut, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta jajaran petinggi TNI meliputi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAU Marsekal Tonny Hardjono, dan KSAL Laksamana Muhamad Ali.
