Ekonomi

Prabowo Tak Gentar Ancaman MSCI, OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa agenda reformasi pasar modal Indonesia akan terus berjalan tanpa henti. Komitmen ini menyusul sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan tidak gentar menghadapi ancaman penurunan status (downgrade) pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market oleh lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pembenahan pasar modal yang telah digulirkan sejak awal tahun lalu. Upaya ini dilakukan guna mendorong bursa saham nasional menjadi makin kredibel, transparan, dan likuid.

“Pokoknya reformasi pasar modal jalan terus. Kita melihat bagaimana semua upaya, dukungan Bapak Presiden juga, supaya pasar modal Indonesia itu semakin kredibel. Makanya reformasi terus kita lakukan. Semakin kredibel, semakin likuid, semakin transparan, dan menjadi rumah untuk long term investment bagi masyarakat Indonesia,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pembenahan Bukan karena Tekanan Pihak Luar

Kiki menegaskan, langkah pembenahan yang dieksekusi OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal bukan didasari oleh tekanan satu lembaga penyedia indeks global semata, melainkan atas instruksi langsung dari Kepala Negara untuk memperbaiki berbagai kelemahan internal.

“Kita melakukan perbaikan bukan karena satu global index provider tertentu, tapi memang niat kita sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita melakukan perbaikan-perbaikan yang masih kurang,” tegas Kiki.

Ia tidak menampik bahwa pasar modal domestik masih menghadapi tantangan dari sisi integritas, transparansi, dan tingkat likuiditas. Meski demikian, ia meyakini daya saing pasar saham Indonesia tetap kompetitif bila dibandingkan dengan bursa-bursa di kawasan kawasan regional maupun global.

Dalam pertemuannya dengan Presiden, OJK juga telah melaporkan laporan komprehensif mengenai kondisi terkini industri pasar modal tanah air.

“Tadi kami sudah melaporkan kepada Bapak Presiden progres saat ini, perkembangan kinerja emiten di Q2-2026, struktur pasar modal kita seperti apa, hingga perkembangan-perkembangan terkini, semua sudah dilaporkan,” tambahnya.

Peringatan Keras Presiden Prabowo ke MSCI

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan bernada keras merespons potensi guncangan yang dihembuskan oleh MSCI terhadap klasifikasi pasar modal Indonesia. Prabowo menilai peringatan penurunan status tersebut sebagai bentuk narasi yang berupaya menakut-nakuti bangsa Indonesia.

Di hadapan para menteri dalam Rapat Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026), Presiden menegaskan keteguhan sikap pemerintah Indonesia dalam menghadapi tekanan finansial global.

“Gangguan masih banyak, kita terus dihadang, ada apa itu, macam-macamlah, MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan ke MSCI: ‘Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!'” tegas Prabowo.

Ketegangan antara pemerintah dan penyedia indeks global ini menjadi sorotan pelaku pasar, mengingat penyesuaian klasifikasi oleh MSCI berpotensi memengaruhi aliran modal asing (capital flow). Kendati demikian, sinergitas antara ketegasan Presiden dan langkah taktis OJK diharapkan mampu menjaga stabilitas serta kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang pasar modal Indonesia. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top