TANGERANG, EDUNEWS.ID – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) periode 2020-2022 menggelar pelantikan di Pandopo Bupati Tangerang, Jumat (26/6/2020).
Pelantikan tersebut juga dilakukan secara virtual untuk pengurus yang tidak bisa hadir di lokasi mengingat adanya pembatasan peserta di tengah wabah covid-19.
Pelantikan tersebut, disaksikan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah, dan Koordinator Majelis Nasional KAHMI, Sigit Pamungkas lewat virtual.
Ketua PB HMI, Affandi Ismail mengaku bersyukur pelantikan pengurus dapat terlaksana dengan lancar meski digelar di tengah pandemi. Adapun tema kepengurusan periode ini yaitu ‘Gerakan Insan Ulil Albab Berjuang Mewujudkan Insan Ulil Albab’.
“Tema kepengurusan sudah sesuai dengan Visi dan Misi. Tema ini berkesesuaian juga dengan rekomendasi Kongres HMI ke-32 di kota Kendari, baik itu dalam konteks rekomendasi internal maupun eksternal,” katanya.

Lanjut Affandi, yang juga mantan Bendahara Umum PB HMI periode 2015-2017, menegaskan kepengurusan kedepannya akan terus kritis terhadap kebijakan pemerintah terlebih kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat.
“PB HMI akan selalu kritis dan konstruktif terhadap semua kebijakan negara atau pemerintah baik pusat maupun daerah, bilamana kebijakan tersebut jelas merugikan rakyat Indonesia dan negara pada umumnya dan ummat Islam pada khususnya,” ujar Affandi.
“Semua potensi baik individu dan kelompok harus dimanage dalam satu wadah besar yang bernama HMI. Melalui
kegiatan perkaderan basic training, intermediate training maupun advance trainning, yang kemudian ini yang akan melahirkan Insa Ulil Albab sebagaiamana tujuan HMI. Dan HMI akan selalu berjuang untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamiin,” tambahnya.
Bambang Soestyo yang turut menyampaikan sambutan mendorong kader HMI dapat mengambil peran sebagai generator dan dinamisator pembangunan.
Menurutnya, HMI harus senantiasa menyiapkan kader tangguh yang bisa menjadi nahkoda maupun awak kapal yang bisa saling bekerjasama, membawa bahtera selamat dari berbagai badai yang menghantam.
“Bahtera hanya akan mampu bertahan apabila seluruh awak turut serta bahu membahu bekerja sama menyelamatkan bahtera. Apalagi, penumpang bahtera adalah pemuda yang berlabel mahasiswa. Ke depan, akan banyak dinamika, tantangan, dan liku-liku perjuangan dalam menjalankan organisasi, kalian harus menyiapkan diri sejak sekarang,” pungkas Bamsoet.
(*)
