JAKARTA, EDUNEWS.ID — Komitmen penguatan sumber daya manusia (SDM) dan perluasan akses pendidikan tinggi di Indonesia mendapat dorongan besar. Danantara Indonesia menargetkan penyaluran dana filantropi sedikitnya US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,66 triliun setiap tahunnya kepada pemerintah Indonesia, dengan pilar utama difokuskan pada sektor pendidikan.
Penyaluran dana tersebut dieksekusi melalui instrumen Danantara Indonesia Trust. Selain pendidikan, program ini juga menyasar sektor kesehatan serta penyediaan air bersih dan sanitasi.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menegaskan komitmen tersebut dalam peringatan 1 Tahun Danantara Indonesia Trust di Jakarta.
“Kami memberikan komitmen bahwa dana paling minimum yang akan disalurkan kepada negara adalah US$100 juta setiap tahunnya,” ujar Rosan Roeslani dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Memasuki tahun kedua operasionalnya, Danantara Indonesia Trust memperluas sinergi strategis dengan menggandeng pemerintah, perguruan tinggi, organisasi pembangunan, lembaga filantropi, masyarakat sipil, hingga sektor swasta guna memperkuat dampak sosial yang berkelanjutan.
Dari total alokasi dana filantropi tersebut, sektor pendidikan mendapatkan perhatian khusus melalui inisiatif bertajuk Asa Nusantara. Program ini menyediakan beasiswa bagi 800 mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Vokasi setiap tahunnya.
Fokus beasiswa Asa Nusantara menyasar mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta ilmu kesehatan. Dalam pelaksanaannya, Danantara menjalin kemitraan strategis dengan empat perguruan tinggi ternama tanah air, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Skema beasiswa ini dirancang inklusif dan berkeadilan sosial. Sasaran prioritas penerima mencakup mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), kawasan pedesaan, serta daerah terdampak bencana.
Selain itu, alokasi beasiswa ini diprioritaskan untuk mahasiswa yang merupakan generasi pertama dalam keluarga yang mengenyam pendidikan tinggi (first-generation college students) serta penyandang disabilitas.
Para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, tetapi juga mendapat dukungan pengembangan kapasitas (capacity building) dengan komitmen program selama empat tahun hingga 2030.
Selain Asa Nusantara, Danantara Indonesia Trust juga mengusung dua inisiatif strategis lainnya, yaitu Air Setara dan Bakti Sehat Nusantara.
Melalui program Air Setara yang bermitra dengan Plan Indonesia, fokus diarahkan pada penyediaan air bersih, sanitasi, dan higiene (water, sanitation, and hygiene/WASH) tangguh iklim. Program ini menargetkan 86.700 siswa di 867 sekolah serta 79 fasilitas kesehatan yang tersebar di 156 desa di wilayah Nusa Tenggara Timur (Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Belu).
Sementara pada inisiatif Bakti Sehat Nusantara, Danantara bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat tenaga medis di wilayah prioritas yang masih mengalami krisis nakes. Dukungan biaya pendidikan akan diberikan kepada 1.343 tenaga medis dan kesehatan secara bertahap (358 penerima pada 2026 dan 985 penerima pada 2027), mencakup fasilitas di 70 puskesmas, 131 rumah sakit daerah, serta 25 rumah sakit vertikal.
Rosan Roeslani berharap struktur pendanaan Danantara Indonesia Trust ke depannya tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga mampu menarik kemitraan dari filantropi internasional demi mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dan kesehatan di seluruh pelosok Indonesia.
Redaktur : Eka Setiawan

