EDUNEWS

10 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi, Teknik Komputer hinggat Rp 88 Juta per Bulan

EDUNEWS.ID-Salah satu pertimbangan terkuat dalam memilih jurusan kuliah adalah dengan melihat prospek karier di masa depan. Selain dibutuhkan banyak industri pekerjaan, jurusan kuliah juga penting karena bisa menghasilkan gaji yang tinggi.

Mengutip laman Fortune, bidang teknik menjadi jurusan kuliah yang memiliki pendapatan tertinggi untuk awal karier. Hal ini karena permintaan industri tinggi terhadap jurusan teknis spesialis.

Berdasarkan data The Fed New York, lulusan dengan jurusan yang lebih terspesialisasi seperti teknik dan ilmu komputer mendapatkan gaji awal tertinggi mencapai $70.000 per tahun atau sekitar Rp 88 juta per bulan.

Meski begitu, asisten wakil presiden dan kepala fungsi analisis regional di Fed New York, Jaison Abel, mengatakan siswa perlu mengingat hal penting bahwa gelar bukan hanya sekadar dikejar agar bisa mendapatkan penghasilan yang tinggi.

“Pekerjaan adalah bagian penting dari kehidupan, jadi kepuasan jalur karier adalah kuncinya,” terangnya.

10 Jurusan Kuliah dengan Rata-rata Gaji Tertinggi:

Data terbaru dari The Fed menunjukkan bahwa 10 jurusan kuliah teratas dengan gaji rata-rata tertinggi adalah sebagai berikut.

1. Teknik Komputer
$74,000 per tahun atau sekitar Rp 88 juta per bulan (Kurs Rp 14.563)

2. Ilmu Komputer
$70,000 per tahun atau sekitar Rp 84 juta per bulan

3. Teknik Dirgantara
$70,000 per tahun atau sekitar Rp 84 juta per bulan

4. Teknik Kimia
$70.000 per tahun atau sekitar Rp 84 juta per bulan

5. Teknik Elektro
$70.000 per tahun atau sekitar Rp 84 juta per bulan

6. Teknik Industri
$69.000 per tahun atau sekitar Rp 83,7 juta per bulan

7. Teknik Mesin
$68.000 per tahun atau sekitar Rp 82,5 juta per bulan

 

8. Teknik Sipil
$63.000 per tahun atau sekitar Rp 76,4 juta per bulan

9. Ekonomi
$60.000 per tahun atau sekitar Rp 72,8 juta per bulan

10. Fisika
$55.000 per tahun atau sekitar Rp 66,7 juta per bulan

Nah, itulah 10 jurusan kuliah dengan rata-rata gaji tertinggi menurut laporan The Fed New York.

sumber : detik.edu

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); });