Kampus

Nasir Kecewa Jokowi Menilai Anggaran Riset Tinggi tapi Tidak ada Hasil

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir buka suara soal kekecewaan Presiden Joko Widodo yang menyebut anggaran penelitian sudah tinggi tapi tidak ada hasil.
“Kalau dialokasikan di Kemenristekdikti itu tidak terlalu besar,” ujar Nasir di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018). Nasir menjelaskan bahwa untuk Kemenristekdikti saja tidak lebih dari Rp 2,3 triliun.
Itupun masih terbagi pada beberapa bidang. “Anggaran Kemenristekdikti hanya untuk fungsi riset itu Rp 500-an miliar, lalu ada utuk pendidikan Rp 1.8 triliun. Jadi kalau ditotal 2.3 trilun,” ungkapnya.
Meski begitu, Nasir mengakui bahwa apa yang dikatakan Presiden Jokowi merupakan satu peringatan bahwa seluruh jajaran kabinet yang membidangi riset dan penelitian untuk betul-betul serius bekerja.
“Pak Jokowi memberikan peringatan kepada kita, biaya yang dikeluarkan hasilnya mana? Ibaratnya kan begitu,” demikian Nasir.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap kegiatan penelitian di setiap kementerian yang tidak membuahkan hasil maksimal atau terlihat publik.
Jokowi menyebut anggaran penelitian ataupun riset di setiap kementerian telah dialokasikan, dan jika dikumpulkan anggaran itu mencapai Rp 24,9 triliun
“Ini bisa didesain, ada strategi besarnya yang mau diteliti apa? Golnya apa? Misalnya urusan durian, sebelum penelitian seperti ini, setelah keluar sekian miliar (uang penelitian) duriannya jadi seperti ini‎,” ujar Jokowi dalam rapat kabinet, Senin kemarin.
“Jadi jelas, bukan penelitian untuk peneliti, apa hasilnya Rp 24,9 triliun? Saya tanya?” sambung Kepala Negara.

To Top