Pendidikan

Kemendikbud jadikan Pendidikan Payakumbuh sebagai Percontohan Nasional

ILUSTRASI BELAJAR

PAYAKUMBUH, EDUNEWS.ID – Pendidikan Kota Payakumbuh saat ini tengah dilirik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terutama terhadap pelaksanaan sekolah lima hari yang selama ini diterapkan di Payakumbuh. Rencananya, Kemendikbud akan menerapkan sekolah lima hari secara nasional.

“Ada pertemuan dengan tim dari Kemendikbud soal sekolah lima hari,” ucap Defi Marlita Kepala SMPN 4 Payakumbuh, usai menerima tim dari kementerian, kemarin (8/11/2016).

Menurutnya, tim dari kementerian itu, merupakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud. Kedatangannya, untuk mengambil contoh serta testimoni sekolah yang sudah menerapkan sekolah lima hari di Payakumbuh.

“Kebetulan SMPN 4 Payakumbuh serta seluruh SMP se-Payakumbuh sudah menerapkan sekolah lima hari ini. Karena itu, tim Kementerian meminta pendapat terhadap penerapan sekolah lima hari selama ini,” ucapnya lagi.

Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh itu, tidak seluruh sekolah yang diundang. Hanya beberapa sekoah saja. Seperti SMPN 1 Payakumbuh, SMPN 4 Payakumbuh, SMPN 7 Payakumbuh, SMAN 1 Payakumbuh, SDN 21 dan SDN 04.

Tak hanya sekolah yang sudah menerapkan sekolah lima hari, sekolah yang masih belajar enam hari juga hadir dalam pembanding penerapan sekolah lima hari di Payakumbuh. Seperti SMAN 3 Payakumbuh.

“Tim Kementerian mengambil contoh sekolah yang sudah menerapkan sekolah lima hari. Rencananya, Kemendikbud akan menerapkan sekolah lima hari secara nasional,” katanya lagi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Hasan Basri mengatakan, kedatangan tim dari Kemendikbud itu sekaligus meninjau pelaksanaan sekolah lima hari sebagai rujukan nasional.

“Di Indonesia, hanya tiga daerah yang melaksanakan sekolah lima hari. Yakni Purwakarta, Klaten dan Payakumbuh. Kami juga terharu dengan masuknya Kota Payakumbuh sebagai rujukan nasional,” kata Hasan Basri.

Sebelumnya, seluruh sekolah di Kota Payakumbuh sejak tahun 2014, sudah menerapkan sekolah lima hari. Di pertengahan 2016, sejumlah sekolah dasar yang merasa tidak siap mengundurkan diri dan melaksanakan sekolah enam hari seperti biasa. Sementara, tingkatan SMP dan SMA tetap melanjutkan sekolah lima hari.

To Top