Pendidikan

Kerjasama SILE-Project Selesai, Menag Minta PTKIN Perkuat Kemitraan Universitas dan Masyarakat

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kerjasama Kementerian Agama dan Pemerintah Kanada dalam program Supporting Islamic Leadership in Indonesia (SILE-Project) telah berakhir. Kerjasama yang sudah berlangsung sejak tahun 2011 dinilai berhasil mengembangkan model Kemitraan Unversitas dan Masyarakat (KUM).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk terus mengembangkan inovasi KUM.

“Atas nama Menteri Agama, saya menyambut baik inisiatif dan inovasi yang telah dilakukan ini karena telah memberi dampak perubahan sosial di masyarakat, seperti membantu terjadinya transformasi sosial di 16 komunitas mitra yang tersebar di Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” kata Lukman dalam sambutannya pada Penutupan SILE-Project di Gedung Kementerian Agama Jakarta, Senin (30/1/2017).

KUM dikembangkan dalam rangka mendorong pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam model ini, pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat didesain saling terkait dan saling berkontribusi satu dengan lainnya.

KUM didesain fokus pada penguatan kepemimpinan lokal untuk mendorong terwujudnya tatakelola demokratis. Beberapa pendekatan yang telah diperkenalkan antara lain Service Learning (SL), Community Based Research (CBR), dan Asset Based Community Development (ABCD).

Melalui KUM, peguruan tinggi menjalin kemitraan formal dengan organisasi masyarakat sipil, baik yang berbasis keagamaan, organisasi perempuan, maupun organisasi umum. KUM telah membantu PTKIN melakukan civic education dan pemberdayaan masyarakat, dalam rangka mendorong perubahan sosial dan deradikalisasi di masyarakat, ujar Menag.

Menag mengaku, inovasi dan inisiatif ini juga menjadi masukan Kemenag dalam reformasi kebijakan terkait penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini ditandai dengan terbitnya PMA Nomor 55 tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pada Perguruan Tinggi Keagamaan.

“Dengan PMA ini, saya mendorong seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan untuk menerapkan model Kemitraan Universitas dan Masyarakat sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi,” ucapnya.

“Di masa depan kemitraan ini perlu diperluas dengan melibatkan multistakeholder yang lebih beragam baik dari unsur pemerintah, dunia usaha, industri, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga-Lembaga Donor, dan Organisasi kemasyarakatan,” tambahnya.

Kerjasama Kementerian Agama dengan Pemerintah Kanada dalam bidang pendidikan telah melewati sejarah panjang. Ratusan doktor dalam bidang Islamic Studies serta ilmu-ilmu sosial dan humaniora telah dihasilkan berkat kerjasama yang sudah dimulai sejak tahun 1950-an.

Lukman memberikan apresiasi tinggi kepada Duta Besar Kanada atas kerjasama yang terjalin selama ini.

“Kiranya program kemitraan dengan Pemerintah Kanada ini terus dapat dikembangkan melalui program-program baru yang lebih inovatif dan progresif,” ujarnya.

To Top