Pendidikan

Pendiri Tahir Foundation akan Bangun Sekolah untuk Anak Pengungsi

pendiri Tahir Foundation, DATO SRI TAHIR

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Dato Sri Tahir yang dinobatkan sebagai “Eminent Advocate” oleh Badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) akan membangun sekolah bagi anak-anak pengungsi. Menurutnya, masa depan anak-anak pengungsi korban perang dan konflik sangat penting agar mereka kembali memiliki masa depan dan martabatnya sebagai manusia seutuhnya.

Chairman Mayapada Group Indonesia serta pendiri Tahir Foundation yang telah mengunjungi pengungsi di Yordania mengatakan pendidikan dan sekolah sangat penting buat anak-anak pengungsi. Komitmen kemanusiaannya ini diharapkan bisa membawa manfaat dan perubahan bagi masyarakat yang sengsara.

“Saat mengunjungi mereka, saya melihat tatapan anak-anak kosong. Para orangtua pun menerima nasib mereka. Tetapi khawatir akan masa depan anak-anak mereka,” katanya di kantor UNHCR, Jakarta, kemarin (23/11/2016).

Kepala Perwakilan UNCHR di Indonesia, Thomas Vargas, mengenakan Tahir jaket sebagai anggota keluarga UNHCR atas dedakasi kemanusiaannya. Untuk rencana pembangunan sekolah ini, ia akan mengalokasikan US$ 10 juta. Ia pun mengajak para penderma lainnya agar terpanggil untuk memberikan masa depan bagi anak-anak pengungsi. Pendirian sekolah akan dikonsultasikan dengan Pemerintah Yordania.

“Bulan tiga nanti saya akan ke Yordan lagi. Yang penting membuat sekolah untuk anak-anak di sana. Semoga Tuhan memberkati dan bisa membawa manfaat perubahan masyarakat yang sengsara,” ucapnya.

Selain pelayanan kepada pengungsi, perlindungan, kesehatan, lanjut Tahir, sekolah sangat penting bagi anak-anak. Dari donasi tersebut, UNHCR diminta membangun konsep yang nyata untuk implementasi pendidikan anak-anak kelak.

“Hal ini sangat menggugah hati saya. Kalau ada swasta di dunia yang mau bekerja sama, saya bersedia,” ujarnya.

Tahir yang juga filantrop Indonesia ini pun berencana mengunjungi pengungsi Rohingya di Aceh dan Myanmar untuk melihat apa yang bisa dilakukannya buat mereka. Terkait penobatannya sebagai “Eminent Advocate”, Tahir mengaku terhormat. Ia berharap peranannya bisa diperluas  dan dapat membawa sukacita bagi pengungsi yang sengsara. Secara global, Tahir telah mendonasikan US$ 14 juta untuk para pengungsi.

Sedangkan Thomas Vargas mengatakan gelar “Eminent Advocate” sangat berharga. Tahir adalah orang pertama dan satu-satunya yang mendapat gelar tersebut di Asia.

“Tahir adalah representasi dari private sector di Indonesia dan dunia yang berkontribusi menolong para pengungsi,” katanya.

Saat ini, lebih dari 65 juta orang keluar dari rumah mereka karena perang, konflik, dan sebagainya. Indonesia pun menjadi rumah penampungan sementara bagi 13.800 pengungsi.

“Kebaikan hati Tahir selaku private sector bisa menolong pengungsi. (Kami) Berharap Tahir menjadi inspirasi bagi bisnis leader lainnya, filantrop untuk ikut berkontribusi,” ucapnya.

To Top