EDUNEWS

Ribuan Peserta SKB CPNS Dosen 2021 Dorong Penilaian SKB Adil dan Transparan

Ilustrasi Tes CPNS

JAKARTA, EDUNEWS.ID- Pengumuman Tentang Hasil Seleksi Kompetensi Dasar Dalam Rangka Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021 telah disampaikan secara resmi pada Senin 14 November 2021 lalu.

Dalam pengumuman tersebut, juga termasuk peserta CPNS Dosen di lingkup Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti) yang dinyatakan lolos dan mengikuti tahap tes selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Namun, polemik CPNS dosen yang terjadi pada tahun sebelumnya, khususnya tahun 2019 lalu mengundang kekhawatiran bagi peserta CPNS Dosen tahun ini.Terlebih kepada calon peserta yang mengikuti tes di Makassar dan Kendari.

Kekhawatiran ini menyusul adanya dokumen yang beredar dan viral di grup medsos yang menyajikan adanya dugaan kecurangan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya terdapat nilai tidak wajar, yakni pada test wawancara rata-rata bernilai nol alias tidak ada sama sekali dikampus UHO (Universitas Halu Oleo) Kendari pada tahun 2019 lalu.

Selain kampus UHO terdapat juga penilaian janggal pada kampus UNM (Universitas Negeri Makassar), dimana mayoritas peserta yang telah memiliki hasil nilai CAT SKD maupun CAT SKB lebih baik, justru diberikan nilai di bawah 50 saat wawancara dan ujuk kerja (microteaching) dibandingkan saingannya yang mendapatkan nilai di atas 90.

“Waktu itu kita wawancara via zoom, semua berjalan lancar. Namun usai wawancara memang nilainya tidak diumumkan. Saat saya tanyakan kata salah satu panitia nilainya akan diumumkan oleh tim Panselnas” ujar Al Amin.

Al Amin menjelaskan juga, peserta lolos mendapat nilai paling sempurna, yakni 100, sementara mereka yang tidak lolos mendapat nilai 30 bahkan 0.

““Soal permainan bisa saja. Soalnya tidak transparan dan menjadi cela bagi mereka untuk bisa bermain. Tapi Wallahu alam semoga ini secepatnya bisa diberikan penjelasan, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan saling tuduh,” katanya.

Hal yang sama juga dialami berbagai peserta lainnya. Dimana rata-rata mereka yang tidak lolos dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena tes SKB Kemendikbud Dikti.

Olehnya itu, peserta SKB CPNS Dosen 2021 sangat mengharapkan perhatian khusus dari pelaksanaan kegiatan SKB agar tidak terjadi hal yang seperti sebelumnya

“Kami berharap pemerintah dan mas Menteri Nadiem turun langsung mengawal pelaksanaan SKB CPNS Dosen 2021 agar transparan dan tidak merugikan. Isu orang dalam seperti anak dosen, keponakan dosen ini sangat meresahkan” ungkap salah satu Peserta CPNS Dosen 2021 yang akan melaksanakan tes di Makassar nantinya, Rabu (17/11/2021).

Dirinya mengungkapkan, hasil polling pada Grup telegram peserta SKB CPNS 2021 juga menunjukkan bahwa 85% lebih peserta setuju dalam meningkatkan integritas Lembaga Pendidikan. Mereka berharap tim penilai SKB harus orang berintegirtas dan lebih baik diserahkan kepada Kemendikbud-Dikti dan BKN dari Jakarta, agar tidak ada hal-hal prasangka buruk terhadap kinerja kampus tersebut dalam rekruitasi SDM.

“Saya berharap untuk penilaian tes wawancara dan microteaching yang menilai bukan dari struktural kampus tersebut, tapi penilaian oleh pihak dosen asesor yang lebih berpengalaman sehingga menghasilkan penilaian yang objektif” tutup salah satu Peserta CPNS Dosen 2021. (rilis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top