Pendidikan

Sistem Pendidikan Indonesia Dinilai Produksi Generasi Pengecut

pengamat pendidikan Indra Charismadji

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Sistem pendidikan di Indonesia dinilai tidak menghasilkan anak-anak cerdas. Selain itu, pola pendidikan yang ada bukan menghasilkan pemimpin tetapi pengecut. Baik dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga ke Perguruan Tinggi.

“Sistem pendidikan kita itu salah, bukan menghasilkan anak cerdas dan calon pemimpin, tapi generasi pengecut yang mudah dibodohi,” kata pengamat pendidikan Indra Charismadji di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Dia mencontohkan kasus kekerasan di Universitas Islam Indonesia (UII) yang menewaskan tiga mahasiswa peserta Mapala. Bila pola pendidikan benar, mahasiswa yang notabene orang dewasa akan berpikir membela diri.

“Perpeloncoan di kalangan perguruan tinggi itu sah-sah saja. Karena ada tugas nonakademis yang tidak bisa dilakukan dosen dan diserahkan kepada senior (dalam organisasi mahasiswa). Namun, tentunya ada batasannya jangan sampai kebablasan hingga menelan korban jiwa,” ujarnya.

Mahasiswa yang mengalami tindak kekerasan mestinya harus berani melawan seniornya bila tindakannya sudah kelewat batas.

“Yang terjadi di pendidikan tinggi kita kan, junior iya-iya saja meski sudah dianiaya senior. Ini kenapa? Karena pola pendidikan kita tidak menghasilkan generasi pemimpin tapi pengecut. Ada ketakutan kalau melawan senior malah tambah digebukin, padahal cara melawan tidak harus dengan berkelahi melainkan lewat laporan entah ke dekan, rektor bahkan ke polisi,” bebernya.

To Top