Pendidikan

Wapres Sambut Baik Usulan Pergunu

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Belakangan marak kasus guru menjadi korban aksi kekerasan, baik yang dilakukan siswa maupun orangtua murid. Menyikapi hal tersebut, pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) mengusulkan pembentukan Komisi Perlindungan Guru saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (13/3/2018).

Komisi itu dianggap mendesak untuk dibentuk agar bisa memberikan kepastian perlindungan hukum kepada guru. Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan usulan pengurus PerguNU itu sebagai lagkah yang sangat baik.

Dia menuturkan sebagai organisasi persatuan guru tentu sudah menjadi kewajiban mereka untuk menjaga anggotanya serta guru lain. Meskipun dia juga mengingatkan tugas menjaga guru itu bukan hanya PerguNu tapi juga lembaga lain.

“Tapi kan bukan hanya PerguNU, polisi juga menjaga. Kekhawatiran atau perhatian itu sangat bagus saya kira,” ujar JK usai menerima PerguNU.

Dia menyebutkan saat ini memang ada pandangan yang berubah terkait relasi guru dan murid. Dulu murid takut sekali terhadap guru. Tapi, sekarang malahan murid yang memarahi guru.

“Itu tentu juga perlu diberikan pelajaran supaya jangan seperti itu. Jadi budaya kita menghormati guru tetap harus baik, karena tanpa penghormatan ke guru juga nanti murid-murid tidak disiplin,” tambah dia.

Pada pertemuan itu, pengurus PerguNU juga menyampaikan Rapat Kerja Nasional PerguNU yang diselenggarakan di Palangkaraya pada 4-6 Mei. PerguNU terbentuk di 34 Provinsi dan 412 kabupaten/kota.

Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada PerguNU yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Seperti memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

“Kualitas siswa sangat tergantung kepada kualitas guru, dan kualitas guru tergantung pada kualitas lembaga pendidikan keguruan. Di sinilah PerguNU berperan untuk meningkatkan kualits pendidikan kita,” ungkap JK.

To Top