Pendidikan

PGRI Setuju Wacana Pembentukan Komisi Perlindungan Guru

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Belakangan marak kasus guru menjadi korban aksi kekerasan, baik yang dilakukan siswa maupun orangtua murid. Menyikapi hal tersebut, pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) mengusulkan pembentukan Komisi Perlindungan Guru saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (13/3/2018).

Komisi itu dianggap mendesak untuk dibentuk agar bisa memberikan kepastian perlindungan hukum kepada guru. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menyambut baik usulan pembentukan Komisi Perlidungan Guru tersebut.

Dia mengatakan nantinya komisi tersebut menjadi lembaga independen tetapi tetap di bawah pemerintah. “Sama seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atau komisi-komisi lainnya,” katanya.

Unifah mengatakan dalam kerjanya nanti Komisi Perlindungan Guru diharapkan bisa bekerjasama dengan komisi-komisi lainnya. Seperti bekerjasama dengan KPAI. Sebab kasus kekerasan kepada guru juga sering melibatkan siswa. Sehingga kedua lembaga ini harus bersinergi.

Menurut Unifah idealnya lembaga pendidikan atau sekolah itu tempat yang aman bagi guru untuk menjalankan profesinya. Namun baru-baru ini ada kasus kekerasan terhadap guru. Bahkan kekerasan itu dilakukan oleh siswanya sendiri.

Dengan akses informasi yang semakin luas, tidak menutup kemungkinan laporan aksi kekerasan yang melibatkan guru dan siswa atau keluarganya muncul di tempat lain. Sebagai organisasi profesi guru, Unifah mengatakan siap bekerjasama dengan Komisi Keselamatan Guru jika nanti sudah terbentu.

To Top