SEKOLAH

54 SMK Pamerkan Inovasi Terbaru di ‘Klaten Vokasi V 2016’

KLATEN, EDUNEWS.ID – Perkembangan teknologi di berbagai bidang semakin cepat dan beragam. Banyak temuan baru yang memberi kemudahan. Para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Klaten pun tak mau ketinggalan.

Hal itu bisa dilihat dalam pameran produk Klaten Vokasi V 2016 di GOR Gelarsena, 9-10 November. Sebanyak 40 SMK ambil bagian pada kegiatan yang diprakarsai oleh Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Pameran dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi. Semua peserta memamerkan produk unggulan karya siswa masing-masing sekolah. Pameran selama dua hari itu diawali dengan peragaan busana karya siswa jurusan tata busana SMK 4 Klaten. Mereka mengusung bahan utama dari produk unggulan setempat, kain lurik.

“Klaten Vokasi V diikuti 56 SMK dengan 54 stan. Masing-masing sekolah menampilkan produk unggulan karya siswa sesuai bidang keahlian, mulai dari kreasi produk panganan olahan, minuman, peralatan kerja, aneka busana dan ada pula yang memamerkan prototipe robot,” kata Kasi SMK Dinas Pendidikan, Tri Margiyanto.

Selama ini, SMK di Klaten sudah banyak menghasilkan karya yang bagus dan bermanfaat. Salah satunya, alat pertanian yang mendapatkan apresiasi di tingkat provinsi.

“SMK 2 kini sedang mengembangkan mobil pedesaan. Karya itu menjadi terobosan baru, karena nantinya bisa membantu para petani,” katanya.

Proyek mobil pedesaan ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Perindustrian dan pemangku kepentingan bidang otomotif. Sekda Jaka Sawaldi menyambut baik gelaran ini. Dia berharap dunia pendidikan, khususnya SMK siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan terus meningkatkan kualitas lulusan.

Sebab siswa yang dibekali keterampilan akan lebih mudah bersaing di pasar kerja. Setelah lulus, siswa juga bisa memanfaatkan keahlian untuk membuka lapangan kerja bagi dirinya sendiri dengan berwiraswasta, baik di bidang jasa maupun produksi. Perlu dipikirkan, bagaimana harga dan kualitas barang produksi agar bisa bersaing dengan barang-barang lain di pasar global.

To Top