ABDULLAH HEHAMAHUA

Jujur Terhadap Lingkungan Alam Sekitar

Oleh: Dr. H. Abdullah Hehamahua, S.H., M.M.*

INTEGRITAS, EDUNEWS.ID – Menurut BNPB (2014), tahun 2003 – 2013, tercatat 5,650 orang tewas (rata-rata 524 orang meninggal setiap tahun) akibat banjir dan tanah longsor di seluruh Indonesia. Sedangkan menurut Walhi, data-data yang ada di lapangan, sangat mengkhawatirkan, antara lain:
a. Minyak bumi, habis sebelum tahun 2030 (jika tidak ditemukan sumur baru). Dalam konteks ini, Indonesia mengalami krisis enerji.
b. Hutan sudah dalam keadaan stadium 4 (3,2 juta hektar hutan rusak setiap tahun) di mana 39% habitat alami musnah.
c. Hampir separuh penduduk Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih dan 60% sungai di Indonesia, tercemar.
d. 70% terumbu karang di Indonesia rusak di mana negara kehilangan Rp.110T (2015) karena illegal fishing

Sementara menurut data dan pridiksi Kementerian Kelautan dan Perikanan, dampak efek rumah kaca, kebolongan ozon, naiknya permukaan air laut, men-cairnya es di kutub, maka Indonesia sudah dan akan mengalami keadaan berikut:
24 pulau kecil di Indonesia telah lenyap, baik akibat kejadian alam, maupun ulah manusia. Pulau-pulau ini di antaranya pulau Gosong Sinjai di NAD akibat tsunami, Mioswekel di Papua akibat abrasi, dan Lereh di Kepulauan Riau akibat penambangan pasir. Menurut analisis bersama Departemen Kelautan Perikanan RI dan PBB, pada tahun 2030, sekitar 2.000 pulau kecil di Indonesia akan lenyap. Sebab, pada waktu itu, kenaikan permukaan laut bisa mencapai lebih dari 2 meter jika tidak ada penanganan serius dalam menghentikan laju pemanasan global. Tidak hanya di pulau-pulau kecil, dalam simulasi dampak perubahan iklim, sebagian wilayah pesisir utara Jakarta akan tenggelam, termasuk Bandara Soekarno-Hatta Apalagi dengan adanya reklamasi di Jakarta Utara sekarang ini.

Semua indikator dan penomena di atas, tidak lain hanyalah akibat yang ditimbulkan dari ulah manusia yang semena-mena terhadap alam. Hal ini ditegaskan Allah swt di al-Qur’an: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“ (Qs. ar-Rum : 41).

Ayat al-Qur’an ini dibuktikan dengan penghancuran umat-umat terdahulu seperti dikisahkan dalam al-Qur’an sendiri, yakni:
a. Banjir Nabi Nuh yang menenggelamkan seluruh manusia yang ingkar, termasuk anak dan isteri nabi Nuh sendiri (QS Al-Ankabut: 14).
b. Kaum Nabi Hud yang dihancurkan Allah swt dengan menimbun mereka dengan pasir yang didatangkan topan dan badai (QS At-Taubah: 70, Al-Qomar: 18, Fushshilat: 13, An-Najm: 50, Qaaf: 13).
c. Kaum Nabi Saleh yang dihancurkan Allah swt sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Hijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12.
d. Kaum Nabi Luth yang dihancurkan Allah swt karena melakukan kegiatan homoseksual dan lesbian. (QS Al-Syu’araa: 160, An-Naml: 54, Al-Hijr: 67, Al-Furqan: 38, Qaf: 12).
e. Kaum Nabi Syuaib dihancurkan Allah swt karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).
f. Firaun dan bala tenteranya ditenggelamkan Allah swt di Laut Merah karena mereka mengejar dan mau membunuh Nabi Musa dan umatnya (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).
g. Ashab Al-Sabt adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina) yang dikutuk Allah menjadi kera. (QS Al-A’raaf: 163).
h. Ashab Al-Rass adalah segolongan manusia yang dihancurkan Allah swt karena mereka membunuh dan memasukkan utusan-Nya ke dalam sumur (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).
i. Ashab Al-Ukhdudd adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah. Sebaliknya, mereka memasukkan orang-orang beriman ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yang tengah menggendong bayinya. Mereka lalu dihancurkan Allah swt (QS Al- Buruuj: 4-9).
j. Ashab Al-Qaryah adalah penduduk Anthakiyah yang dibinasakan Allah swt karena mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).
k. Kaum Tubba’ adalah segolongan dari bangsa Himyar yang sangat ingkar terhadap Allah swt sehingga dibinasakan Allah swt. (QS Ad-Dukhan: 37).
l. Kaum Saba adalah masyarakat yang diberi pelbagai kenikmatan oleh Allah swt, apalagi ketika dipimpin Ratu Sabah. Tetapi, mereka dihancurkan Allah swt karena tidak mau beriman kepada-Nya (QS Saba: 15-19).

Ayat-ayat al-Qur’an di atas dibuktikan kebenarannya secara saintis dengan penemuan yang ditemukan lembaga-lembaga artifak internasional, antara lain sebagaimana data-data berikut:
a. Kota Thira, ibukota kerajaan Minoa (lokasi di antara Yunani dan Turki), tenggelam 3500 tahun silam. Ditemukan kembali oleh Penyelam di laut Aegia letaknya di dasar laut, dalam laguna pulau Santorin yang dulu merupakan gunung api setinggi 1500 meter di atas permukaan laut.
b. Kota Alexandria (Mesir), tenggelam 1600 tahun lalu karena gempa bumi dan tsunami yang melanda daerah tersebut. Para Arkeolog menemukan jejak kemewahan istana-istana di Alexandria di mana ada sekitar 500.000 rumah ikut terbenam juga ditemukan 25 sphinx, patung dewa-dewa juga patung Cleopatra.
c. Port Royal (Jamaika) tenggelam karena gempa bumi dahsyat yang menghancurkannya pada abad ke-17.
d. Kota Pantai Pulau Shihoku (Jepang), tenggelam 1300 tahun lalu disebabkan gelombang pasang dan tsunami. Seribu lebih orang tenggelam lantaran tak sempat melarikan diri dari serangan tsunami itu. 17 tahun silam, sisa-sisa kota di dasar Samudera Pasifik itu ditemukan oleh beberapa penyelam secara kebetulan.
e. Mahabalipuram, candi yang berada di dalam air (India) yang merupakan satu dari tujuh candi yang tenggelam ribuan tahun lalu. Ekspedisi tim arkeolog di lepas pantai dari Mahabalipuram menemukan sisa-sisa batu, tembok, dan lain-lain.
f. Yonaguni-Jima (Jepang), tenggelam karena tsunami 2000 tahun lalu, letaknya dekat ujung selatan kepulauan Ryukyu, Jepang, sekitar 120 kilometer dari pantai timur Taiwan. Di tempat ini ditemukan artefak dari lempengan batu yang masih kokoh yang diduga menggunakan teknologi tinggi untuk mengukirnya.
g. Pavlopetri, kota pelabuhan zaman Perunggu (Yunani), ditemukan di dasar laut terletak tiga sampai empat meter dari lepas pantai selatan Laconia di Yunani. Dari penelitian yang ada, diperkirakan kota ini telah ada pada 2800 SM.
h. Dwarka Port (India), ditemukan di dalam laut di antara lepas pantai Dwarka dan Bet Dwarka di Gujarat.

Dari kisah-kisah Al-Qur’an dan penemuan ilmiah di atas, dapat disimpulkan, kiamat adalah proses saintifik yang pasti terjadi. Cepat atau lambatnya proses kiamat tersebut, tidak terlepas dari angkara manusia itu sendiri. Tidak heran kalau setiap melepaskan pasukan ke medan perang, Rasulullah saw mewasiatkan, antara lain: jangan menebang pohon kecuali diperlukan dan jangan menangkap ikan dengan tuba.

Marilah mulai dari sekarang, setiap individu jujur terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah kecuali di tempatnya. Apalagi sampai membuang sampah ke got atau sungai. Jangan membangun seluruh tanah yang dimiliki menjadi ba-ngunan, tapi sediakan lahan kosong sebagai paruh-paruh kota. Setiap menebang pohon, gantilah dengan dua pohon lainnya. Last but not least, jangan pilih pimpinan, mulai dari Rt sampai dengan Presiden yang membangun bangunan tanpa mem-bangun akhlak Islamiah, apalagi yang disetir oleh surah Al-Maidah ayat 51 – 52.

Jangan lupa untuk senantiasa tersenyum, di hati!

Dr. H Abdullah Hehamahua, S.H., M.M. Penasehat KPK Periode 2005 – 2013.

To Top