Ekonomi

3 Kunci Sukses Berwirausaha di Usia Muda, Milenial Wajib Tahu Nih!

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menjadi pengusaha bisa dimulai dari usia berapa pun. Dengan memiliki jiwa wirausaha tentunya anak-anak muda akan hidup lebih mandiri dan juga dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Di Indonesia kini semakin banyak pengusaha muda yang sukses membangun karier bisnisnya dari usaha kecil-kecilan. Tak hanya konsisten, membangun usaha juga perlu perencanaan keuangan atau strategi finansial yang matang.

Dalam workshop kewirausahaan pada Sabtu (25/09/2021), Didik Arwinsyah selaku pembicara workshop sangat ingin mendorong mahasiswa baru melihat dunia bisnis sehingga mereka dapat mempersiapkan diri lebih dini.

Sejalan dengan program pemerintah untuk menjadikan Perguruan Tinggi sebagai pusat pertumbuhan enterpreneur, workshop tentang kewirausahaan ini diharapkan bisa jadi wadah mencetak wirausahawan muda.

Di era digital ini sangat memudahkan siapapun memulai bisnisnya secara online. Dengan modal laptop, ponsel dan internet, seorang pengusaha online dapat menjangkau berbagai wilayah.

Lalu apa saja tipsnya untuk menjadi wirausaha muda?

Dilansir dari detik com, berikut tiga tips agar sukses jadi wirausaha muda :

1. Produk
Dilansir dalam laman UNS, Didik menjelaskan bahwa mahasiswa harus mempunyai produk. Produk tersebut bisa berbentuk fisik, jasa dan digital. Produk fisik misalnya pakaian, makanan, kerajinan tangan dan sebagainya.

Sementara produk jasa bisa disesuaikan dengan skill para mahasiswanya yang memiliki nilai jual. Ada juga produk digital, misalnya video tutorial yang kini semakin beragam.

“Rumus produk itu produknya unik atau berbeda. Karena mindset berbisnis adalah mending terlihat beda daripada terlihat lebih baik,” jelas Didik.

2. Riset pasar
Melakukan riset pasar atau market dapat dilakukan melalui internet. Hanya dengan memasukkan nama kota sebagai kata kunci, kamu dapat memperoleh fakta baru mengenai kebutuhan pasar di wilayah tertentu.

3. Pahami konsep marketing
Didik merumuskan konsep marketing dalam tiga hal yakni BMT. “B” merupakan singkatan dari butuh, “M” adalah murah dan “T” adalah terbatas.

Mahasiswa perlu memastikan bahwa produk yang mereka jual dibutuhkan masyarakat. Jika produk tersebut masuk ke dalam kebutuhan sekunder atau tersier, maka mahasiswa dengan daya kreatifitasnya bisa membuat calon pembeli merasa butuh untuk membeli produk yang ditawarkan.

Mahasiswa sebagai pengusaha juga bisa menawarkan produk ke pembeli dengan memberikan promo. Promo membuat produk yang dijual terkesan lebih murah. Saat melakukan promo kita juga dapat membatasi jumlah produk yang dijual. Pembatasan ini bisa dilakukan secara kuantitatif.

“Kalau dari ketiga unsur ini salah satunya ada yang tidak bisa, cacat bisnis kita,” pungkas Didik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top