JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan akan menanggung gaji para pegawai dan manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) selama dua tahun pertama operasional. Langkah ini diambil sebagai stimulus awal agar koperasi di tingkat desa tersebut dapat berdiri kokoh sebelum dilepas secara mandiri.
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Askolani, menjelaskan bahwa dukungan dari APBN ini berfungsi sebagai jembatan (bridging) hingga koperasi mampu menghasilkan keuntungan sendiri.
Mekanisme Anggaran dan Operasional
Askolani memaparkan bahwa setelah masa pendampingan dua tahun berakhir, beban gaji pegawai akan dialihkan sepenuhnya ke dana operasional masing-masing KDMP.
“Planningnya pemerintah itu dalam 2 tahun pertama akan didukung dari APBN. Setelah 2 tahun, dia akan menggunakan dana operasionalnya dari KDMP,” ujar Askolani di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Selain gaji, pemerintah juga menanggung biaya proses seleksi manajer. Pendanaan rekrutmen berasal dari kolaborasi kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian PANRB, BKN untuk tes CAT, hingga PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Menopang 81.147 Unit di Desa dan Kelurahan
Keterlibatan APBN dinilai sangat krusial mengingat skala program ini mencakup 81.147 unit yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap dalam kurun waktu dua tahun, KDMP sudah mulai eksis dan meraih profit.
“Mudah-mudahan dia sudah mulai eksis, dia mulai untung. Jadi, bridging awal yang akan didukung dari APBN untuk 2 tahun pertama,” tambah Askolani.
Animo Pendaftar Tinggi
Mengenai besaran total anggaran yang dibutuhkan, pihak Kemenkeu saat ini masih melakukan diskusi internal untuk mematangkan detailnya. Meski besaran gaji belum diumumkan secara resmi, animo masyarakat untuk bergabung sangat luar biasa.
Hingga 19 April 2026, tercatat pendaftar manajer KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah menembus angka 284.393 orang. Rinciannya terdiri dari 220.364 pendaftar untuk manajer desa dan 64.029 pendaftar untuk manajer kampung nelayan.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah pedesaan melalui manajemen yang profesional dan dukungan awal negara yang kuat.
