Hukum

Heboh! Hakim Loloskan 6 Terpidana Sabu 402 Kg dari Hukuman Mati

Ilustrasi.

SUKABUMI, EDUNEWS.ID – Enam terpidana kasus sabu seberat 402 kilogram divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Terakhir mereka lolos dari jeratan vonis tersebut setelah majelis hakim Banding Pengadilan Tinggi (PT) Bandung “memangkas” vonis tersebut menjadi pidana penjara 18 tahun dan 15 tahun.

Dari data salinan putusan banding Nomor 144/PID.SUS/2021/PT BDG dan Nomor 145/PID.SUS/2021/PT BDG yang diperoleh detikcom dari Kantor Hukum Bahari. Diketahui untuk berkas pertama merupakan putusan untuk terpidana masing-masing Ilan, Basuki Kosasih, Sukendar alias Batak dan Nandar Hidayat. Sementara untuk berkas kedua untuk terpidana, Risris Risnandar dan Yunan Citivaga.

Dilihat detikcom, majelis hakim banding di PT Bandung memiliki pendapat sendiri yang kemudian mematahkan putusan hakim di tingkat pertama (PN Cibadak).

Dalam berkas putusan banding Nomor 144/PID.SUS/2021/PT BDG majelis hakim banding PT Bandung berpendapat pidana yang dijatuhkan majelis hakim tingkat pertama dianggap terlalu berat.

“Menimbang, bahwa menurut pendapat Majelis Hakim Tingkat Banding pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama tersebut terlalu terlalu berat kepada masing-masing Terdakwa tersebut, karena masing-masing Terdakwa dalam melakukan kejahatan dalam perkara ini berbeda-beda perannya,” tulis berkas salinan putusan tersebut.

Atas dasar itu, kemudian hakim banding PT Bandung berpendapat berat ringannya pidana yang dijatuhkan kepada masing-masing terdakwa disesuaikan dengan peranan masing-masing terdakwa.

“Beratnya pidana yang dijatuhkan kepada para Terdakwa sangat tidak adil apabila dilihat dari perannya yang sesungguhnya hanyalah mengangkut sabu-sabu tersebut dari lautan lepas dekat pulau Enggano di Bengkulu ke pantai Pelabuhanratu dengan niat untuk mendapatkan upah. Para Terdakwa dalam perkara ini sebagai Nahoda dan Anak Buah Kapal yang alat angkut kapal kayu tersebut telah disiapkan oleh Riris Rismanto Alias Santri Bin Ucang Suryana atas perintah dari Amu Sukawi Alias BK Bin Anhari, bukan milik para Terdakwa sendiri,” kutip detikcom.

Lalu soal fakta adanya dua bungkus sabu yang dikuasai oleh terdakwa, hakim menilai bahwa hal itu bukanlah merupakan tujuan pokoknya.

“Sedangkan penguasaan sabu sebanyak 2 (dua) bungkus oleh para Terdakwa, bukanlah tidak merupakan tujuan
pokoknya, akan tetapi hal itu terjadi dikarenakan kesempatan dan niatnya yang timbul seketika saat ada kesempatan pada saat melakukan pengangkutan tersebut. Selain alasan di atas para Terdakwa ini dalam keterlibatannya dalam kasus ini adalah karena profesinya sebagai nelayan dan bukan merupakan anggota kelompok jaringan peredaran narkotika yang terkait langsung atau lapisan yang pertama, kedua atau ketiga atau keempat dengan pelaku utamanya Hussein Salari Rashid Bin Hasan, Muhammad Salari Rashid dan Samiullah Bin Nadir Khan yang perannya telah berprofesi sebagai pengedar Narkotika antar negara (Internasional),” tulis salinan putusan tersebut.

Atas dasar pertimbangan itulah, maka majelis hakim banding PT Bandung kemudian menjatuhkan hukuman lebih ringan dari putusan majelis hakim di tingkat pertama. Basuki Kosasih, Ilan, Sukendar alias batak mendapat vonis 15 tahun dan Nandar Hidayat 18 tahun.

Majelis hakim banding di PT Bandung juga menyertakan hal yang memberatkan dan meringankan dari 4 terdakwa antara lain,

Hal-hal yang memberatkan :

Perbuatan para Terdakwa sangat bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas segala bentuk peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, karena merupakan
bahaya yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, Bangsa dan Negara serta ketahanan nasional;

Para terdakwa telah menikmati hasil kejahatannya,
Khusus untuk Terdakwa IV Nandar Hidayat Alias Ipey Bin Dadang adalah residivis (pernah dihukum dalam perkara narkotika selama 7 tahun dan telah selesai menjalani masa hukuman pada tahun 2018);

Hal-hal yang meringankan

1. Para Terdakwa memberikan keterangan yang tidak berbelit-belit dalam persidangan;

2. Para Terdakwa masih diharapkan kehadirannya oleh anggota keluarganya masing-masing;

3. Para Terdakwa niat awalnya hanya untuk mendapatkan upah dari pengangkutan sabu-sabu tersebut tidak untuk menguasai dan mengedarkan sabu 2 dan (dua) bungkus
yang diambil disembunyikannya tersebut:

Sementara untuk dua terdakwa masing-masing Risris Risnandar dan Yunan Citivaga yang mendapat putusan banding 18 tahun penjara. Untuk keduanya, majelis hakim banding PT Bandung juga tidak sependapat dengan majelis hakim tingkat pertama soal pidana mati yang dijatuhkan.

“Menimbang, bahwa menurut pendapat Majelis Hakim Tingkat Banding pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama tersebut terlalu terlalu berat kepada masing-masing Terdakwa tersebut, karena masing-masing Terdakwa
dalam melakukan kejahatan dalam perkara ini berbeda-beda perannya. Sehubungan dengan hal tersebut demi keadilan Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat berat ringannya pidana yang dijatuhkan kepada masing-masing Terdakwa haruslah disesuaikan dengan perannya masing-masing dalam melakukan kejahatan yang terbukti dalam perkara ini. Beratnya pidana yang dijatuhkan kepada para Terdakwa sangat tidak adil apabila dilihat dari perannya yang hanya bersifat local dalam kejahatan ini yaitu perannya mencari dan menyiapkan perahu untuk mengangkut sabu dari tengah laut Bengkulu, mengangkut sabu dari pantai Pelabuhanratu ke suatu rumah penyimpanan di Sukabumi dengan mendapatkan upah dan apabila pidananya dijatuhkan sama beratnya dengan para pelaku utamanya yaitu para Terdakwa dalam perkara split atas nama Hussein Salari Rashid Bin Hasan, Muhammad Salari Rashid dan Samiullah Bin Nadir Khan yang perannya telah berprofesi sebagai pengedar,” tulis putusan tersebut.

Adapun hal yang memberatkan dan meringankan dari keduanya antara lain :

Hal-hal yang memberatkan :

Para Terdakwa sudah pernah dihukum penjara sebelumnya dalam kasus yang sejenis dengan perkara ini, untuk Terdakwal selama 5 (lima) tahun penjara dan untuk Terdakwa Il selama 10 (sepuluh) tahun penjara:

Peran para Terdakwa adalah kepercayaan Amu Sukawi dalam
melancarkan pengangkutan sabu sebanyak 404 kg milik Hussein Salari Rashid Bin Hasan dari tengah laut lepas Bengkulu ke pantai Pelabuhanratu dan dari Pelabuhanratu ke rumah tempat penyimpanan di Sukabumi;

Perbuatan para Terdakwa dalam perkara ini dapat menimbulkan dampak yang besar terhadap pemberantasan peredaran Narkotika yang dilakukan oleh Pemerintah, jika jumlah sabu tersebut tidak dapat dicegah peredarannya;

Hal-hal yang meringankan:

Para Terdakwa memberikan keterangan yang tidak berbelit-belit dalam persidangan;

Para Terdakwa masih diharapkan kehadirannya oleh anggota
keluarganya masing-masing;

 

dtk

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top