Internasional

Influencer ini Pernah Ditawari Rp 34 Juta untuk Kritik Vaksin Covid-19

Ilustrasi.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Seorang influencer membuat pengakuan mengejutkan. Dia mengungkap dihubungi sebuah agensi humas yang menawarkan sejumlah uang untuk mengritik vaksin COVID-19 merek Pfizer/BioNTech.

Agensi bernama Fazze itu disebut menghubungi beberapa influencer di Prancis dan Jerman. Setelah digali lebih lanjut, sejumlah netizen mendapati bahwa pengelola perusahaan punya keterkaitan dengan Rusia.

Adalah Leo Grasset, YouTuber di bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan yang pertamakali mengungkap ke media sosial. Dia mengatakan bahwa salah satu staf Fazze mengirimkan pesan teks dalam bahasa Inggris yang berantakan, memintanya menjelaskan kepada para subscriber atau follower-nya tentang risiko kematian pada orang yang mendapat vaksin Pfizer.

 

“Mereka minta saya menjelaskan bahwa risiko kematian pada orang yang divaksinasi dengan Pfizer tiga kali lebih tinggi ketimbang yang divaksinasi AstraZeneca,” tuturnya, seperti dikutip dari Hypebae.

Dia juga menyertakan tangkapan layar percakapannya dengan agensi tersebut. Foto tersebut menunjukkan kalau Fazze bersedia memberikan kompensasi berupa uang apabila Leo mau membuat video berdurasi 45 – 60 detik tentang hal tersebut di Instagram, TikTok atau YouTube.

Namun Leo menolak. Dia pun mencoba mencari tahu siapa saja di balik agensi humas yang berbasis di London itu lewat LinkedIn. Namun tak berapa lama profil mereka hilang.

“Tidak bisa dipercaya. Alamat agensinya di London yang mengontak saya palsu… Semua karyawan punya profil LinkedIn aneh yang sudah hilang sejak pagi tadi. Semuanya pernah kerja di Rusia sebelumnya,” tulis Leo lagi di Twitter.

Cuitan Leo mendapat tanggapan dari banyak influencer lainnya. Mereka juga mengaku pernah dihubungi agensi yang sama. Beberapa mengungkap ditawari uang 2,000 euro atau sekitar Rp 34 juta untuk mengritik vaksin Pfizer.

YouTuber dan podcaster asal Jerman Mirko Drotschman juga mengunggah tangkapan layar email yang memintanya berpartisipasi dalam ‘kampanye penyebaran informasi’ tentang ‘banyaknya jumlah kematian’ setelah suntik vaksin Pfizer.

Seperti diberitakan The Guardian, berdasarkan informasi profil di LinkedIn, tim manajemen Fazze berasal dari Moscow dan telah bekerja untuk agensi tersebut, yang kabarnya didirikan oleh pengusaha Rusia. Pada situsnya, Fazze juga memperkenalkan diri sebagai, “Platform pemasaran influencer yang menghubungkan blogger dan pengiklan.”

Situs resmi Fazze sempat ditutup dan akun Instagramnya pun dikunci. Saat Wolipop mengecek alamat situsnya, mendapati situs tersebut sudah dibuka kembali.

Hingga saat ini belum ada tanggapan maupun pernyataan resmi dari Fazze terkait pengakuan para influencer dan YouTuber tersebut. Sebagian besar dari mereka yang dihubungi pun menegaskan menolak tawaran itu.

“Ini peringatan yang sangat harus diwaspadai,” kata Leo.

 

dtk

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top