News

Jokowi Ingatkan Perbedaan Pilihan Jangan Sampai Merusak Kerukunan

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Presiden Joko Widodo mengingatkan perayaan Nyepi tahun ini dan tahun depan bertepatan dengan suasana pesta demokrasi, baik pemilihan kepala daerah (pilkada), pemilu legislatif, dan pemilihan presiden.

Untuk itu, Presiden berharap umat Hindu bersama elemen bangsa yang lain ikut menjaga kesejukan, menjaga tali persaudaraan, dan memperkuat persatuan.

“Perbedaan pilihan politik jangan sampai merusak kerukunan di antara sesama saudara sebangsa dan setanah air,” tegas Kepala Negara saat menerima Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat bersama Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Presiden mengingatkan pesta demokrasi ini harus dirayakan dengan penuh kegembiraan, bukan permusuhan, bukan saling membenci, bukan saling memfitnah satu dengan yang lain. Apalagi sekarang ini suasana permusuhan dikipas-kipasi oleh berita hoax, provokasi, adu domba melalui media sosial.

Untuk itu, Presiden berharap Parisada Hindu Dharma Indonesia menyampaikan ke umat agar sebagai bangsa kita tidak mudah dipecah belah oleh provokasi apalagi menggunakan sentimen SARA.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan ucapan selamat menempuh catur bratha penyepian kepada seluruh umat Hindu di seluruh pelosok tanah air serta selamat tahun baru Saka 1940.

Presiden menjelaskan, pada tahun 2015, beliau pernah hadir menyaksikan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan. Dan untuk tahun ini, Presiden minta Menteri Agama hadir dalam acara tersebut.

Jokowi tidak bisa datang karena hari ini mulai melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia dan Selandia Baru. Walaupun demikian, Presiden akan hadir pada acara Dharma Santi yang diselenggarakan Panitia Nyepi Nasional pada awal bulan April di Jakarta.

To Top