Hukum

KPK Jemput Paksa Azis Syamsuddin, Djusman AR : Kereen

Djusman AR saat di kantor KPK

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Terkait upaya penjemputan paksa penyidik KPK terhadap Azis Syamsuddin sepatutnya diapreseasi oleh semua pihak khususnya Pegiat atau Lembaga Anti Korupsi di Negeri ini.

Pegiat Anti Korupsi Djusman AR mengatakan, langkah tegas KPK telah memperlihatkan kinerja profesional dimana tidak serta merta mempercayai atau mengabulkan permintaan Tersangka Azis Syamsuddin untuk ditunda jadwal pemeriksaannya ke hari Senin/04 Oktober dengan alasan Isoman atau terpapar Covid.

Penyidik KPK telah menggunakan hak inisiatifnya menguji kebenaran alasan tersebut dengan melakukan tes swab antigen dan ternyata hasilnya negatif.

“Mungkin yang bersangkutan lupa bahwa penyidik KPK punya hak inisiatif untuk menggunakan Dokter Independen” ucap Djusman, Jumat (24/9/2021) malam.

Langkah tegas KPK menjemput paksa tersangka Azis Syamsuddin juga merupakan jawaban ke publik bahwa KPK tidak lemah, bahkan dapat dinilai tetap garang apalagi yang dijemput paksa itu adalah Pimpinan DPR.

“Tentunya pula menjadi Warning kepada seluruh Wakil Rakyat lainnya untuk tidak pernah merasa hebat dalam perkara korupsi apalagi bila perkara tersebut ditangani oleh Lembaga Anti Rasuah KPK,” urai Djusman.

Djusman yang juga Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi mengungkapkan, sikap tegas KPK dipastikan akan semakin memotivasi masyarakat pegiat anti korupsi untuk terus berjuang, terlibat langsung penuh optimisme melawan korupsi sebagai wujud peranserta yang dijamin konstitusi sebagaimana diatur dalam pasal 41 Undang-undang No 31/99 beserta perubahannya Undang-undang No 20/01 tentang pemeberantasan tindak pidana korupsi.

Djusman yang juga Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-SIBUK) Sulsel mengaku dari awal menduga tersangka akan beralasan Isoman dan bahkan berkeyakinan penyidik KPK tidak akan serta merta mempercayainya dan terbukti KPK melakukan penjemputan paksa di rumah orang tua tersangka.

“Kejadian akal-akalan tersebut, kembali mengingatkan kasus setya novanto yang beralasan kecelakaan dengan menabrak tiang listrik untuk menghindari pemeriksaan.  Publik masih ingat kejadian itu, ” ucap Djusman sembari tersenyum.

“Maju terus KPK, Masyarakat akan tetap mendukungmu. Tangkap semua koruptor. lawan korupsi tanpa pandang bulu,” pungkas Djusman yang juga Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar.

Azis Syamsuddin sebelumnya dijemput paksa oleh tim KPK setelah mangkir pemeriksaan dengan dalih menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Sebelumnya dia mangkir dari panggilan untuk diperiksa pada hari ini, terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi di Lampung Tengah. Sebelumnya beredar informasi dia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu.

Azis  dijemput paksa dari kediaman  orangtuanya, di Jalan Gedung Hijau II, No. 11, RT 02/13, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (24/9/2021)  setelah berdalih sedang menjalani isolasi mandiri, karena baru saja berinteraksi dengan orang yang terpapar Covid-19.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top