Nasional

Mengapa Indonesia Tak Lockdown di Tengah Ancaman Corona Varian Omicron? ini Kata Luhut !

JAKARTA, EDUNEWS.ID– Pemerintah Indonesia tidak melakukan lockdown dalam menghadapi Corona varian Omicron. Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, persiapan Indonesia sudah jauh lebih matang dibanding saat awal pandemi.

“Kalau pengalaman kita, seperti juga kami sepakat, kita sudah jauh lebih canggih dari kejadian yang lalu. Kita mengawasi dengan cermat, saya kira sudah cukup bagus. Jadi kita mencari keseimbangan, sekali lagi equlibrium-nya. Karena pengalaman lockdown juga tidak menyelesaikan masalah. Kita lihat banyak negara yang melakukan lockdown itu malah dapat serangan lebih banyak,” ujar Luhut dalam jumpa pers virtual, Ahad (28/11/2021).

Baca juga : Epidemiolog UGM Sebut 80% Penduduk Indonesia Terpapar COVID Varian Delta

Luhut lantas memamerkan pendekatan PPKM yang digunakan pemerintah. Menurut dia, pendekatan tersebut lebih seimbang.

“Kita malah yang melakukan pendekatan seperti PPKM itu atau keseimbangan itu akan lebih baik,” kata Luhut.

Seperti diketahui, pemerintah memperketat aturan perjalanan dari luar negeri imbas merebaknya Corona varian Omicron. Warga negara asing (WNA) dari sejumlah negara dilarang masuk ke RI.

“Bahwa terlihat di situ, untuk WNA yang pernah atau berasal dari negara-negara. Ada 10 negara. Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia dan Hong Kong atau pernah tinggal dan mengunjungi negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari ini ditutup masuk ke Indonesia,” kata Kepala BNPB, Mayjen Suharyanto.

Baca juga : Kasus Covid di Eropa Meledak, Indonesia Disebut Berpotensi Alami Kasus yang Sama

Sedangkan WNI yang berasal dari negara-negara tersebut tetap diperbolehkan masuk RI. Namun dengan aturan karantina selama 14 hari.

“Adapun bagi warga negara Indonesia yang berasal dari 10 negara yang saya sebutkan, tetap bisa masuk ke Indonesia tetapi menjalani karantina 14×24 jam atau 14 hari,” ujar Suharyanto. (int/dtk)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top