Nasional

Istana : Indonesia Tak Akan Bubar Sampai Akhir Dunia

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono berkolaborasi dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jakarta Selatan kembali menggelar kompetisi baris berbaris tingkat SMP/SMA bertajuk #DengarYangMuda, Sabtu (24/3/2018).

Dalam kesempatan itu, Diaz berpesan kepada seluruh siswa agar menjaga kekompakan serta meyakini bahwa Indonesia tak akan bubar. Bertempat di SMA Sumbangsih Jakarta, kegiatan tersebut melibatkan 500 peserta beserta 500 suporter dari 40 sekolah se-Jabodetabek.

Dalam sambutannya, Diaz mengatakan bahwa baris-berbaris bukan sekadar keseragaman dalam berjalan bersama semata. Namun ada makna yang lebih dalam. “Hal ini harus dimaknai sebagai sebuah cara untuk meningkatkan kekompakan, kebersamaan atau ikatan kolektif sehingga persatuan terus terjaga,” ujar Diaz.

Presiden Joko Widodo, lanjut dia, selalu mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk dengan 714 etnis dan 1.100 bahasa. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mengembangkan cara guna menjaga keberagaman ini.

Karenanya, Diaz berharap kegiatan ini dapat memberikan pesan kepada kawan-kawan milenial di seluruh tanah air akan pentingnya kekompakan dan kebersamaan demi menjaga keutuhan bangsa.

“Pesan kekompakan ini yang harus dijaga bersama untuk meyakinkan kita semua bahwa Indonesia tidak akan bubar sampai akhir dunia,” pungkasnya.

#DengarYangMuda kali ini merupakan seri ke-5 setelah sebelumnya pernah diadakan di Jakarta, Bandung, dan Palembang. Semua mengusung tema dan kegiatan yang berbeda. SMPN 85 Jakarta keluar sebagai juara umum tingkat SMP sederajat. Sementara SMAN 66 Jakarta menjadi juara umum tingkat SMA sederajat.

Sementera itu, Kepala Sekolah SMA Sumbangsih Akhmad Nidhom mengatakan, baris-berbaris merupakan ekstrakurikuler yang bergengsi. Selain itu, merupakan medium yang pas untuk mengajarkan berbagai nilai-nilai luhur kepada anak muda.

Karena itu, dia mengapresiasi gelaran #DengarYangMuda ini. “Kegiatan ini merupakan kegiatan yang produktif dan layak dibanggakan,” ujar pimpinan sekolah yang didirikan yang didirikan oleh Siti Katoemi, istri Margono Djojohadikoesoemo tersebut.

To Top