Nasional

Rumah Inspirasi di Kampung Eco Green, Komitmen Pertamina Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pertamina EP Subang Field, salah satu lapangan migas di Jawa Barat yang dikelola PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang merupakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama di bawah naungan SKK Migas, mempertahankan komitmennya menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Hal itu dengan menjalankan program pemberdayaan masyarakat (corporate social responsibility/CSR) dengan konsep Kampung Eco Green. Salah satu program CSR unggulan Pertamina EP Subang adalah Rumah Inspirasi Subang di Kelurahan Dangdeur, Kabupaten Subang.

Menurut Armand Mel Hukom, Pertamina EP Subang Field Manager, Rumah Inspirasi Subang adalah program yang berbasis kemasyarakatan dan diharapkan mampu menjawab salah satu permasalahan di Kabupaten Subang, yaitu masalah penanganan sampah. Apalagi kehadiran BROERI (Bank ROEntah inpiRasI) yang merupakan salah satu program Rumah Inspirasi, mendapatkan sambutan yang luar biasa, baik dari masyarakat serta Muspida Kabupaten Subang.

“Keberadaan Rumah Inspirasi Subang diharapkan bisa mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Nanti yang mengolah dan mendapat keuntungan dari Rumah Inspirasi Subang adalah masyarakat sekitar sendiri,” ujar Armand, Senin (7/11/2016).

Armand menjelaskan, Rumah Inspirasi Subang terdiri atas sejumlah fasilitas seperti bank sampah, perpustakaan mini, dan lainnya. Bank sampah tersebut memilah sampah yang akan dipasarkan (recyle) dan nantinya menghasilkan keuntungan yang dinikmati oleh masyarakat. Pasalnya, BROERI menerapkan buku tabungan bank sampah bagi anggotanya.

“Untuk perpustakaan, Rumah Inspirasi berupaya mengedukasi masyarakat, termasuk pelatihan Bahasa Inggris,” katanya.

Imas Aryumningsih, Pelaksana Tugas Bupati Subang, mengapresiasi dan mendukung program yang dilakukan Pertamina EP karena sejalan dengan program pemerintah daerah. Kegiatan Rumah Inspirasi Subang bisa membangun semangat gotong royong masyarakat sehingga Subang bisa maju.

Wawang Sopian, Lurah Dangdeur, menambahkan Pertamina EP sudah sangat berkontribusi terhadap warga yang tinggalnya dekat aset Pertamina melalui program pemberdayaan masyarakat. Apalagi dengan pengukuhan Rumah Inspirasi Subang akan tambah memacu masyarakat untuk lebih berkreativitas dan menyejahterakan kehidupannya.

Bripka Yogi Burhanuddin, Manager Rumah Inspirasi Subang yang juga Bhayangkara Pembina Kamtibmas Kelurahan Dangdeur, menjelaskan inovasi yang diberikan Rumah Inspirasi Subang sangat bagus sehingga masyarakat yang belum bekerja bisa terberdayakan. Kehadiran Rumah Inspirasi Subang secara tidak langsung juga meningkatkan SDM masyarakat Kelurahan Dangdeur. “Pastinya ini merupakan suatu yang sangat inovatif,” ujar dia.

Muhammad Baron, Manajer Humas Pertamina EP, mengatakan program CSR Pertamina EP Field Subang tetap konsisten dari tahun sebelumnya, yaitu fokus utama berupa penanganan limbah, mulai dari pertanian, peternakan, dan rumah tangga.

Hal ini pada gilirannya berdampak pada penurunan emisi akibat pembakaran jerami dan peningkatan ekonomi dengan pemanfaatan sampah rumah tangga.

“Kami berharap program ini bisa terus diterima dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujarnya.

Armand Mel Hukom menjelaskan dalam implementasi program pemberdayaan masyarakat sekitar operasi Pertamina EP Field Subang, pihaknya memadukan antara program CSR dan upaya peningkatan produksi migas. Hingga Oktober 2016, tingkat produksi minyak Subang field mencapai 1.173 Barel Per Hari (BOPD), atau sebesar 97,3% dari RKAP sebesar 1.202 BOPD. Sementara produksi gas mencapai 235,33 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) atau sebesar 101,9% di atas target RKAP sebesar 230,849 MMSCFD.

“Selain Rumah Inspirasi Subang, konsep Kampung Eco Green juga memayungi beberapa program CSR perusahaan yang berada di Kabupaten Subang dan Karawang seperti Jauhari PKBM Assolahiyah di Desa Pasirjaya, Ternak Domba Terpadu di Desa Pasirukem, Budidaya Jamur Merang di Desa Sukamulya, dan Hutan Kotan Ranggawulung,” ujar Armand.

To Top