News

PB HMI MPO : Waspada Politik Adu Domba dan Pengalihan Isu

Ketua Komisi Politik dan Keamanan Nasional Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) R Aria Bima Sakti, SH, MH

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Jutaan umat muslim di berbagai daerah di Indonesia memprotes pemerintah karena dianggap tebang pilih dalam penegakan hukum dugaan tindak pidana penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 4 November yang lalu.

Namun, pasca aksi tersebut ada oknum tertentu yang mengambil peran untuk mengarahkan pada politik adu domba atau politik pecah belah yang tujuannya adalah untuk mengalihkan isu dan menyudutkan umat Muslim.

Menurut Ketua Komisi Politik dan Keamanan Nasional Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) R Aria Bima Sakti, SH, MH politik semacam itu biasanya dilakukan rezim atau elit politik untuk menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan.

“Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat, dalam hal ini sepertinya HMI menjadi salah satu targetnya,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada edunews.id, Jum’at (11/11/2016).

Terkait dengan adanya laporan ada yang mengatasnamakan alumni HMI lintas generasi yang melaporkan SBY ke Bareskrim Mabes Polri, Aria menjelaskan bahwa hal tersebut adalah cara memecah kekuatan alumni dari dalam, padahal legalitas wadahnya juga tidak jelas.

“Bagi kami ini adalah cara memecah kekuatan alumni dari dalam, padahal mereka-mereka ini tidak jelas keberadaan wadah yang dimaksud. PB HMI mengingatkan beberapa alumni yang mengatasnamakan alumni lintas generasi atau Keluarga Besar (KB) HMI atau nama-nama lainnya untuk tidak gegabah bersikap dengan mencantum HMI. Kalau bersikap secara pribadi, silahkan saja. jangan bawa-bawa nama komunitas,” ujar Aria.

Dalam politik adu domba ini konflik sengaja diciptakan. Perpecahan tersebut dimaksudkan untuk mencegah terwujudnya aliansi yang bisa menentang kekuasaan.

“Kami berharap semua elemen HMI, baik kader maupun alumni tetap fokus dan konsisten terhadap kasus penistaan agama oleh Ahok. Tidak perlu lagi ada gerakan yang aneh-aneh,” katanya.

Skenario adu domba dilakukan dengan menciptakan rasa kecurigaan dalam kelompok atau antar kelompok dengan teknik agitasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah. Dan praktik itu menjadi sangat subur di tengah perang media yang bebas tak terkendali.

To Top