Ekonomi

Pembangunan Bendungan, Pemda Enrekang Dinilai Telantarkan Rakyatnya

ENREKANG, EDUNEWS.id–Rencana Pembangunan Bendungan Boiya di Kabupaten Sidrap dipastikan akan berimbas pada Kabupaten Enrekang yang bertetangga langsung dengan Daerah lumbung beras tersebut. Khususnya kecamatan Maiwa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidrap.

Jika pembangunan bendungan Boiya ini jadi dilaksanakan akan menenggelamkan paling sedikit 4 desa di kecamatan Maiwa, yakni Desa Tuncung, Tapong, Boiya dan Betao.

Kondisi ini pun mengundang perhatian dari sejumlah tokoh pemuda asal Kabupaten Enrekang.

Dengan rencana pembangunan tersebut, masyarakat di kawasan yang terdampak tersebut semakin resah. Mereka tidak fokus lagi melaksanakan kegiatan bertani sejak kegiatan pengukuran dilaksanakan oleh pihak konsultan, saban hari masyarakat, khususnya anak-anak muda berkumpul untuk mengawasi orang-orang luar yang hendak melakukan pengukuran dan mengusir mereka keluar dari kampungnya.

“Kami akan mempertahankan desa kami sampai titik dari penghabisan,” ujar tokoh Masyarakat yang meminta dirahasiakan namanya.

“Kami merasa ditelantarkan oleh Bupati Enrekang, pemerintah dan anggota DPRD tidak memperjuangkan nasib kami,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat marah karena tidak pernah Ada sosialisasi dan yang mengambil untung dari pembangunan bendungan Boiya adalah pemerintah Kabupaten Sidrap, Enrekang justru dirugikan karena Produksi pertanian yang selama ini dihasilkan akan hilang akibat pembangunan Bendungan.

Persoalan ini pun mengundang perhatian dari intelektual muda kelahiran Maiwa, Muzakkir Djabir yang menyayangkan sikap Pemda Enrekang yang tidak melakukan pembelaan atas nasib masyarakatnya.

Ia justru mengaku heran dengan adanya persetujuan untuk merelakan wilayahnya ditenggelamkan.

” Harusnya pemda melakukan kajian secara komprehensif atas dampak yang terjadi dengan pembangunan bendungan tersebut, baik dalam konteks amdal, ekonomi, sosial, sejarah dan budaya,” tegas Muzakkir.

Mantan Ketua Umum PB HMI 2005-2007 ini khawatir jika hal ini dipaksakan akan menimbulkan konflik horizontal di masyarakat, apa lagi masyaralat merasa tidak ada sosialisasi yang dilakukan oleh pemangku kepentingan.

“Secara moral saya sebagai putra Maiwa akan berjuang dengan masyarakat untuk melakukan perlawanan atas kebijakan-kebijakan yang memiskinkan rakyat, Saya upayakan ini menjadi isu Nasional dan di respon oleh teman-teman LSM yang berada Jakarta,” pungkas Muzakkir.

To Top