Internasional

Rusia Siap lakukan Serangan Besar-besaran, Ukraina kini Status Darurat!

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ukraina kini memberlakukan status darurat nasional, Rabu (23/2/2022) malam waktu setempat. Ini dikeluarkan parlemen sebagai tanggapan ancaman invasi Rusia, yang disebut Barat sudah dimulai.

Ukraina sendiri kemarin mengeluarkan peringatan ke warga untuk segera meninggalkan Rusia. Sementara Moskow mengevakuasi kedutaan besarnya di Kyiv.

“Situasinya sulit tetapi tetap sepenuhnya di bawah kendali kami,” tegas Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Ukraina Oleksiy Danilov kepada anggota parlemen sebelum keputusan disahkan.

Keadaan darurat memungkinkan pemerintah daerah untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan yang lebih tinggi. Mulai dari pemeriksaan identitas dan kendaraan yang lebih ketat hingga kepolisian yang lebih ketat.

Status akan berlaku mulai Kamis hingga 30 hari. Keadaan ini berlaku bagi semua wilayah Ukraina kecuali dua wilayah separatis yang didukung Rusia, Donetsk Lugansk di Ukraina timur.

“Intelijen dari semua mitra asing kami, serta intelijen dan analis kami sendiri, menunjukkan bahwa tidak mungkin untuk mengambil alih negara kami tanpa terlebih dahulu mengacaukan situasi domestik,” kata Danilov lagi.

Ibu kota Kyiv juga telah mengumumkan status yang sama. Walikota Klitschko mengatakan kepada wartawan bahwa acara massal akan dilarang di seluruh negeri di bawah aturan baru.

Pos pemeriksaan akan siaga di pintu masuk utama ke ibukota. Bakal ada kontrol khusus di stasiun kereta api dan bandara.

“Kita harus siap membela rumah, keluarga, kota, dan negara kita kapan saja,” kata Klitschko.

Amerika Serikat (AS) Rabu waktu setempat juga telah mengeluarkan peringatan bahwa Rusia akan menyerang Ukraina besar-besaran. Pejabat Pentagon menyebut kemampuan militer Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina sudah mendekati 100% dari kekuatan maksimal.

“Mereka (sudah) mendekati 100% dari semua kekuatan yang kami antisipasi dan akan bergerak. Mereka mendekati 100%, ” tegas pejabat senior pertahanan dikutip CNN International.

Presiden Rusia vladimir Putin, tegasnya lagi, memiliki kemampuan penuh di perbatasan. Termasuk kemampuan rudal ofensif yang signifikan.

“Dia memiliki lebih dari dua lusin kapal perang di Laut Hitam,” katanya lagi.

“Dia memiliki kemampuan rudal jelajah … kemampuan rudal balistik yang tersusun. Dia punya baju besi, artileri, pasti infanteri … punya pasukan khusus.”

Sebelumnya, konflik Rusia dan Ukraina yang melibatkan AS dan NATO makin panas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sebuah dekrit, Senin. Tak hanya mengakui dua wilayah yang hendak memisahkan diri dari Ukraina sebagai negara, ia juga memerintahkan angkatan bersenjata Rusia masuk ke wilayah-wilayah tersebut.

Rusia membantah akan menyerang. Negeri itu berdalih mengirimkan pasukan sebagai timbal balik ke dua wilayah untuk “menjaga perdamaian”.

Meski begitu pengakuan Rusia ke dua wilayah pemberontak Ukraina dikecam global. Rusia disebut melanggar kedaulatan negeri itu. (int/cnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com